Tanam Pohon di Lumajang, Gubernur Jatim Tegaskan Net Zero Emission Harus Lewat Gerakan Nyata

Ia menyinggung capaian NZE tahun 2050 harus diwujudkan melalui gerakan nyata dari seluruh lapisan masyarakat.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Deddy Humana
Diskominfo Pemkab Lumajang
NZE 20250 - Sejumlah pejabat Pemprov Jatim, Pemkab Lumajang, dan perwakilan Kementerian Kehutanan berfoto usai menanam pohon di Bumi Perkemahan Glagah Arum, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jumat (12/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Peringatan Hari Menanam Pohon Dunia ditandai penanaman pohon di Bumi Perkemahan Glagah Arum, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
  • ubernur Jatim menegaskan pentingnya perubahan besar menuju NZE 20260 harus dimulai lewat gerakan kecil tetapi nyata.
  • Bupati Indah berharap Lumajang dapat jadi penggerak utama dalam mewujudkan masa depan rendah emisi di Jawa Timur.

 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menanam pohon di kawasan Bumi Perkemahan Glagah Arum, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jumat (12/12/2025).

Khofifah menegaskan bahwa perubahan besar menuju emisi nol bersih (net zero emission/NZE) harus dimulai dari langkah-langkah kecil di daerah. 

Ia menyinggung capaian NZE tahun 2050 harus diwujudkan melalui gerakan nyata dari seluruh lapisan masyarakat.

“Kalau Indonesia menarget NZE 2060, kita bisa mempercepat hingga 2050 jika seluruh elemen bergerak bersama, bersinergi, dan menjalankan langkah nyata,” beber Khofifah.

Menurutnya, daerah seperti Lumajang memiliki posisi penting dalam mendukung target ini. Topografi wilayah Lumajang disebutnya punya kekayaan alam yang melimpah, wilayah pegunungan, dan potensi rawan bencana. 

Khofifah optimistis Lumajang bisa menjadi contoh daerah yang memperkuat ketahanan lingkungan melalui penghijauan.

Ia menambahkan, percepatan menuju NZE tidak cukup hanya dengan kebijakan, melainkan memerlukan konsistensi dan budaya kerja hijau.

Ia berbagi pengalamannya yang telah menanam pohon setiap ulang tahun sejak 1991, serta mengajak masyarakat mengubah tradisi mengirim bunga papan menjadi memberi tanaman hidup. 

“Hidup itu menghidupkan. Urip iku gawé urub. Mari kita menanam dan menjaga daya dukung alam,” pesannya.

Partisipasi Publik Menuju NZE

Sementara Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar menilai kegiatan tersebut menjadi momen berharga dalam memperkuat partisipasi publik terhadap percepatan NZE. 

Ia menekankan pentingnya peran aktif warga, pelajar, serta komunitas lokal dalam gerakan menanam pohon. 

“Setiap pohon yang ditanam bukan sekadar tanaman hidup, tetapi juga bentuk kontribusi masyarakat Lumajang untuk masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” kata Indah.

Indah berharap Lumajang dapat jadi penggerak utama dalam mewujudkan masa depan rendah emisi di Jawa Timur.

“Budaya penghijauan di Lumajang adalah investasi nyata. Setiap pohon yang hidup adalah nafas baru bagi generasi mendatang dan bukti bahwa target 2050 bukan hal mustahil,” tutup Indah. ****

 

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved