Jumat, 24 April 2026

Menengok Sel 12 Lapas Bondowoso, Saksi Tragedi Gerbong Maut 1947

Sel 12 Lapas Bondowoso, Jatim, simpan sejarah Tragedi Gerbong Maut 1947 dan masih digunakan sebagai kamar tahanan hingga kini.

Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumentasi Humas Lapas Kelas II B Bondowoso
GERBONG MAUT - Sel 12 di Lapas Kelas II B Bondowoso yang ada hingga saat ini, merupakan lokasi penahanan para pejuang sebelum mereka diangkut Belanda dalam peristiwa Gerbong Maut pada 23 November 1947. Setiap 23 Oktober, warga Bondowoso, Jawa Timur, memperingati peristiwa Tragedi Gerbong Maut. 
Ringkasan Berita:

 

SURYA.CO.ID, BONDOWOSO - Lapas Kelas IIB Bondowoso di Jawa Timur (Jatim), memiliki salah satu sel bersejarah peninggalan kolonial Belanda yang hingga kini masih difungsikan. 

Sel berukuran 14x7 meter itu, menjadi lokasi penahanan para pejuang sebelum mereka diangkut dalam peristiwa Gerbong Maut pada 23 November 1947.

Menurut Humas Lapas Kelas IIB Bondowoso, Edi Santoso, sel yang dikenal sebagai Sel 12 ini, merupakan ruang tahanan terluas dibanding kamar lain. 

“Paling luas di antara kamar lain,” ujar Edi pada Senin (24/11/2025).

Mengalami Renovasi, Tetap Menyimpan Sejarah

Sel bersejarah itu, disebut pernah beralaskan kayu sebelum direnovasi pada tahun 1990-an menjadi lantai semen plester. 

Ruangan itu sempat beralih fungsi menjadi ruang makan narapidana, lalu direnovasi kembali pada 2000-an dan digunakan kembali sebagai kamar tahanan hingga sekarang.

“Masih digunakan untuk kamar narapidana kasus narkoba sekarang, ada 70 narapidana,” jelas Edi.

Sel 12 juga menjadi satu-satunya ruangan di Lapas Bondowoso yang dipasangi lukisan Gerbong Maut di bagian depan, sebagai penanda keterkaitannya dengan tragedi bersejarah tersebut. 

Bahkan, sel ini pernah menjadi lokasi syuting film perjuangan pada 2018/2019.

Tragedi Gerbong Maut Diperingati Setiap 23 November

Peristiwa Gerbong Maut menjadi bagian penting dalam sejarah Bondowoso. Setiap 23 November, masyarakat setempat kembali mengenang tragedi yang menewaskan puluhan pejuang dan rakyat sipil.

Pada 23 November 1947, sebanyak 100 pejuang dan tahanan dipindahkan dari Stasiun Bondowoso menuju Wonokromo, Surabaya, menggunakan tiga gerbong besi tanpa ventilasi yaitu GR5769, GR4416 dan GR10152. 

Akibat kondisi pengap dan tertutup rapat, sebanyak 46 orang meninggal dunia di dalam perjalanan tersebut.

Sel 12 di Lapas Bondowoso, menjadi simbol sejarah dari keberangkatan para pejuang sebelum tragedi memilukan itu terjadi.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved