SPPG Desa Gadungan Kediri yang Libatkan Komunitas Difabel, Sediakan Ribuan MBG
Dapur bergizi di Desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, melayani ribuan pelajar setiap hari melalui program Makan Bergizi Gratis
Penulis: Isya Anshori | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri Jawa Timur yang melibatkan warga Difabel, diresmikan Selasa (4/11/2025)
- Pengelolanya Septa Widyastutik membuktikan keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan memberi manfaat bagi sesama
- SPPG Desa Gadungan mempekerjakan 44 karyawan. Para penyandang disabilitas berperan dalam menyediakan produk dan perlengkapan
SURYA.CO.ID, KEDIRI - Septa Widyastutik berhasil membuktikan keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan memberi manfaat bagi sesama.
Perempuan difabel inspiratif ini merupakan sosok pengelola dapur bergizi di Desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, yang melayani ribuan pelajar setiap hari melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Dapur tersebut merupakan bagian dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi mitra resmi dalam program MBG di Kediri.
Setelah melalui proses pengajuan dan pembangunan selama tiga bulan, SPPG Desa Gadungan akhirnya diresmikan Selasa (4/11/2025) dan siap beroperasi penuh mulai Kamis mendatang.
Baca juga: Bupati Gresik Resmikan SPPG dan Program Makan Bergizi Gratis di Ponpes Alkarimi Tebuwung
"Alhamdulillah, setelah kurang lebih tiga bulan proses pengajuan dan pembangunan, hari ini kami bisa syukuran dan insyaallah mulai Kamis nanti sudah mulai melayani sekolah-sekolah di Desa Gadungan," kata Septa usai peresmian, sambil menunjukkan area dapur yang telah siap beroperasi.
SPPG Desa Gadungan akan melayani sekitar 2.255 pelajar dari jenjang PAUD, TK, SD dan SMP di wilayah sekitar. Setiap harinya, dapur ini akan memproduksi ribuan porsi makanan bergizi yang dikirim langsung ke sekolah-sekolah penerima manfaat program MBG.
Baca juga: 22 Dapur SPPG Beroperasi di Surabaya, TNI-Polri dan Dinkes Awasi Ketat Kualitas Makanan
Meski perjalanan pendirian SPPG tidak mudah, Widya mengaku semua berjalan lancar berkat kerja sama dan dukungan berbagai pihak.
"Alhamdulillah lancar. Yang penting yakin saja, yakin kalau yang dijalani itu benar, insyaallah pasti ada jalannya. Walaupun banyak tantangan, tapi selalu ada solusi," kata perempuan 36 tahun ini.
Libatkan Komunitas Difabel
Yang menarik, Widya tidak hanya fokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga memberdayakan teman-teman disabilitas dalam setiap aspek pengelolaan dapur.
Ia melibatkan komunitas difabel dalam pembuatan seragam karyawan, perlengkapan dapur, hingga tali penggantung wadah makanan.
"Semua seragam karyawan dibuat oleh teman-teman disabilitas. Dari apron, kaos, sampai alat dapur dari bambu juga buatan mereka. Bahkan tali untuk ompreng juga dibuat teman-teman difabel, bukan tali rafia seperti di tempat lain," ungkapnya.
Baca juga: Dana Belum Cair, SPPG Kusuma Bangsa Lamongan Hentikan Distribusi MBG
Saat ini, SPPG Desa Gadungan mempekerjakan 44 karyawan sebagian besar warga lokal.
Sementara para penyandang disabilitas berperan dalam menyediakan produk dan perlengkapan yang digunakan dapur, sehingga mereka tetap bisa berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
Pemberdayaan yang Patut Ditiru
Dalam kesempatan tersebut, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Ariyanto turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi terhadap peran Septa dan seluruh tim SPPG.
Menurutnya, keterlibatan difabel dalam program sosial seperti MBG adalah bentuk nyata inklusivitas dan pemberdayaan yang patut ditiru.
"Ini membuktikan, keterbatasan bukan halangan untuk berkontribusi. Melalui SPPG ini, Mbak Widya bukan hanya membantu menyediakan gizi untuk anak-anak sekolah, tapi juga menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, termasuk penyandang disabilitas," kata Ari.
Ari menambahkan, Dinas Sosial selama ini memang memiliki program pemberdayaan dan pengembangan usaha bagi penyandang disabilitas.
Widya sendiri merupakan salah satu mitra binaan Dinsos yang dinilai berhasil menunjukkan kemandirian dan semangat tinggi dalam berwirausaha sosial.
"Beliau aktif mengikuti kegiatan, selalu semangat meski dengan keterbatasan fisik. Itu menjadi inspirasi luar biasa bagi masyarakat, terutama teman-teman difabel lainnya," tambah Ari.
Mandiri dan Berdaya Secara Ekonomi
Dinsos, kata dia, akan terus memberikan pendampingan dan pelatihan lanjutan kepada komunitas disabilitas yang sudah menunjukkan perkembangan usaha.
Program ini bertujuan agar mereka bisa lebih berdaya dan mandiri secara ekonomi.
"Kalau ada kelompok disabilitas yang berkembang, kami bantu dengan pelatihan lanjutan dan pengembangan usaha supaya terus meningkat," jelasnya.
Menurut Ari, SPPG seperti di Desa Gadungan tidak hanya mendukung program MBG secara fungsional, tetapi juga memiliki nilai sosial yang tinggi.
Selain menekan angka pengangguran, dapur bergizi ini menjadi ruang pemberdayaan dan inklusi sosial yang nyata di Kabupaten Kediri.
Dengan semangat gotong royong dan inklusivitas, SPPG Desa Gadungan kini tidak hanya menjadi dapur penyedia makanan bergizi, tetapi juga simbol kekuatan dan keberanian penyandang disabilitas di Kabupaten Kediri dalam berkontribusi bagi lingkungan dan masa depan generasi muda.
"SPPG ini bukan sekadar tempat memasak, tapi juga ruang sosial yang menumbuhkan semangat kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian. Apa yang dilakukan Mbak Septa dan teman-teman difabel ini adalah contoh bahwa semua orang punya peran dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan berdaya," pungkasnya.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Kabupaten Kediri
SURYA.co.id
Running News
Makan Bergizi Gratis (MBG)
komunitas difabel
Multiangle
Meaningful
| Transparansi Keuangan Terjaga, PMI Lamongan Raih Predikat Tertinggi Audit WTP |
|
|---|
| HUT Ke-108 Kota Madiun Digelar 3 Bulan: Ada Konser Dewa 19, Simak Jadwalnya |
|
|---|
| Head to Head Imbang! Laga Penutup Musim Persebaya vs Persik Diprediksi Sengit |
|
|---|
| Harkitnas ke-118, Lamongan Tekankan Literasi Digital dan Kedaulatan Informasi |
|
|---|
| Siswa SMPN 1 Lamongan Persembahkan Hafalan Alquran, Para Ibu Menangis Haru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/PERESMIAN-Peresmian-SPPG-Desa-Gadungan-Kecamatan-Puncu-Kabupaten-Kediri-Jawa-Timur.jpg)