Jumat, 24 April 2026

Gempa di Banyuwangi

Bondowoso Juga Rasakan Gempa 5,7 SR, Ada Warga Selamatkan Diri Dengan Merangkak Keluar Rumah

"Semua keluar rumah karena kaget, panik. Tidak sampai 2 menit, tetapi kerasa banget gempanya," jelasnya.

Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Deddy Humana
Bondowoso Juga Rasakan Gempa 5,7 SR, Ada Warga Selamatkan Diri Dengan Merangkak Keluar Rumah - Gempa-Banyuwangi-di-Bondowoso1.jpg
surya/Sinca Ari Pangistu (Sinca)
GEMPA BESAR - Warga Bondowoso berlarian keluar kantor di kecamatan tanpa alas kaki karena panik getaran gempa sekitar pukul 16.04 WIB, Kamis (25/9/2025).
Bondowoso Juga Rasakan Gempa 5,7 SR, Ada Warga Selamatkan Diri Dengan Merangkak Keluar Rumah - Gempa-Bumi-di-Banyuwangi-Jatim-2592025.jpg
Istimewa/Laman BMKG
GEMPA BUMI - Peta titik gempa berdasarkan laman BMKG. Tercatat, gempa berkekuatan 5,7 skala richter terjadi pada Kamis (25/9/2025) pukul 16.04 WIB.di 46 kilometer timur laut Banyuwangi, Jawa Timur.

SURYA.CO.ID, BONDOWOSO - Gempa bumi dengan magnitudo 5,3 yang mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali, Kamis (25/9/2025) sekitar pukul 16.04 WIB, juga membuat ketakutan warga Bondowoso.

Hasil analisis BMKG yang diterima BPBD Bondowoso, episentrum gempa bumi berada di laut 40 KM arah Timurlaut wilayah Banyuwangi dengan kedalaman 12 KM.

Hingga pukul 16.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan 5 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 3,3.

Dampak gempa bumi terasa hingga kabupaten Bondowoso. Akibatnya, masyarakat berhamburan keluar dari rumah-rumah dan kantor.

Seperti yang dilakukan Sutarsih, warga Desa Kembang, Kecamatan Tlogosari yang merasakan tempat tidurnya bergerak saat sedang dipijat.

Wanita itu sontak berlari dengan cara merangkak, karena kakinya baru diobati pasca kecelakaan. "Saya merangkak, panik. Cari tongkat kaki gak ketemu di mana," kata Sutarsih.

Nur Alifah Bahsa, warga Desa Sumbersalam, Kecamatan Tenggarang mengatakan hal sama. Ia bersama warga perumahan lainnya segera berlari keluar rumah.

"Semua keluar rumah karena kaget, panik. Tidak sampai 2 menit, tetapi kerasa banget gempanya," jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Logistik, Rehabilitasi dan Rekontruksi, BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana mengatakan, belum menerima laporan kerusakan dampak gempa bumi.

Namun BPBD terus berkoordinasi dengan desa-desa dan kecamatan untuk memastikan tidak ada dampak dari gempa yang berpusat di Banyuwangi itu.

"Baru mencoba berkoordinasi, belum ada laporan sampai sekarang (pukul 17.08 WIB,)," kata Tugas.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu yang tidak dipertanggungjawabkan kebenarannya. "Jangan mudah terprovokas hoaks. Tetap tenang," pungkasnya.

Sebelumnya BMKB juga melaporkan bahwa gempa laut itu tidak berpotensi tsunami. Merujuk pada peta gempa laman BMKG, titik gempa berada di perairan dekat Taman Nasional Baluran di Situbondo. Gempa dirasakan cukup keras oleh warga Banyuwangi.

"Saya sedang duduk santai di rumah. Tiba-tiba kursi terasa goyang. Terdengar juga bunyi-bunyian akibat benda bergerak di dalam rumah," kata Amin, warga Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi yang tinggal sekitar 50 KM dari titik gempa.

Amin dan beberapa warga lain di lingkungan tempat tinggalnya memilih untuk keluar rumah. Mereka khawatir gempa berlangsung lama dan akan lebih keras. "Tadi gempa berlangsung antara 10 hingga 15 detik," kata Amin.

Warga di beberapa kecamatan lain di Banyuwangi juga merasakan getaran cukup keras. Getaran yang sama dirasakan antara lain oleh warga yang berada di wilayah Kecamatan Wongsorejo, Glagah, Licin, Rogojampi, dan Srono. *****

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved