Jumat, 10 April 2026

Selamat Jalan KH Nur Muhammad Iskandar SQ, Kiai Top Asal Banyuwangi Wafat, Ini Profilnya

Kiai kelahiran Banyuwangi yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tersebut meninggal Minggu (13/12) siang

Editor: Suyanto
Dok Ponpes Asshiddiqiyah Jakarta
KH Nur Muhammad Iskandar SQ 

SURYA.co.id I JAKARTA - Satu lagi ulama kharismatik Tanah Air berpulangg ke Rahmatullah. Kali ini KH Noer Muhammad Iskandar SQ meninggal dunia, Minggu (13/12/2020) siang.

Kiai kelahiran Banyuwangi yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tersebut menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 13.41 WIB.

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengucapkan duka cita yang mendalam atas wafatnya pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Asshidiqiyah, Jakarta Barat tersebut.

Jazilul mengaku, kehilangan ulama besar benteng ahlussunnah wal jamaah yang mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Beliau adalah senior saya, satu almamater dari PTIQ Jakarta, sarjana Al Quran yang ulet berjuang di dunia dakwah dan pesantren bahkan sempat menjadi anggota DPR RI Fraksi PKB. Kita lanjutkan perjuangan dan kebaikannya," kata Jazilul.

Sebagai junior, Jazilul memiliki banyak kenangan dengan almarhum karena sosoknya yang murah hati dan terbuka.

"Sewaktu kami menjadi kader kerapkali beliau memberikan sumbangan dan fasilitas untuk adik dan kadernya. Beliau juga suka bercanda guyon khas pesantren," ucap Wakil Ketua Umum PKB itu.

Dilansir dari berbagai sumber KH Noer Muhammad Iskandar merupakan pria kelahiran Banyuwangi 5 Juli 1955.

Ia merupakan putra dari pasangan Kiai Iskandar dengan Nyai Rabiatun.

KH Noer Muhammad Iskandar memulai pendidikannya di pesantren tradisional di Banyuwangi, Jawa Timur.

Setelah menamatkan pendidikan dasar di madrasah ibtidaiyah pada tahun 1967, kemudian ia melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri , Jawa Timur yang saat itu diasuh KH Makhrus Aly.

Di Pondok Pesantren Lirboyo, beliau pernah memimpin ikatan santri Banyuwangi.

Selanjutnya pada tahun 1974 beliau lulus dari Pondok Pesantren Lirboyo kemudian melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Jakarta.

Hingga akhirnya ia mendirikan pondok pesantren Ash-Shiddiqiyah.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved