Dewan Usulkan Trotoar Bisa untuk Jalur Sepeda Ontel
Dewan Usulkan Trotoar Bisa untuk Jalur Sepeda Ontel
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Parmin
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Sachiroel Alim Anwar mengatakan, belum termanfaatkannya jalur sepeda ontel tersebut lebih disebabkan oleh kekehawatiran pengguna sepeda ontel tertabrak kendaraan bermotor.
Di samping itu, di sejumlah ruas jalan jalur khusus sepeda tersebut digunakan untuk parkir kendaraan bermotor.
"Seperti di Jalan Urip Sumoharjo itu, jalur sepeda ditempati parkir mobil sehingga tidak bisa dilewati," kata Alim dalam rapat evaluasi dengan Dishub, Senin (13/5/2013).
Memang, diakui Alim, jalur khusus sepeda ontel tersebut umumnya jika tidak untuk parkir selalu digunakan oleh sepeda motor. Untuk itu, pengendara sepeda ontel merasa tidak nyaman ketika harus berebut jalan dengan sepeda motor yang jumlahnya cukup banyak.
Bahkan, pengendara bisa celaka ketika ditabrak oleh pengendara sepeda motor yang menggunakan jalur khusus sepeda ontel tersebut.
"Untuk itulah kami berpendapat sepeda ontel bisa memanfaatkan jalur trotoar pendestrian, seperti kebanyakan yang ada di luar negeri," ucap Alim.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Eddy mengatakan, wacana dan ide dari Komisi C DPRD Surabaya cukup baik. Hanya saja jika trotoar pendestrian digunakan sebagai jalur sepeda ontel apakah akan mengganggu pejalan kaki atau tidak.
"Makanya, pendapat pemanfaatan trotoar pendestrian untuk jalur sepeda ontel akan kami kaji, terutama dengan dinas terkait sehingga tidak ada pertentangan kebijakan," kata Eddy.
Memang, diakui Eddy, di luar negeri pemanfaatan trotoar untuk jalan sepeda ontel sudah biasa. Bahkan, pengendara sepeda ontel dengan pejalan kaki sudah saling bersinergi sehingga tidak ada benturan kecelakaan.
"Melihat seperti itu rasanya usulan pemanfaatan trotoar pendestrian tidak sulit diwujudkan," tutur Eddy.