Rudy Madiyanto, Penemu Kentang Varietas Madisu AP4

Jadikan Sumber Brantas Pusat Pembibitan Kentang

“Kandungan kimia dalam varietas ini, tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan kentang varietas umumnya. Kelebihan lainnya

Jadikan Sumber Brantas Pusat Pembibitan Kentang
SURYA/IKSAN FAUZI
BANGGA-Rudy Madiyanto dan adiknya Sugeng Cahyoko di lahan pembibitan Kentang Madisu, Kamis (15/11/2012)
Rudy Madiyanto (33), menemukan varietas kentang baru dengan nama Madisu AP4. Selama delapan tahun, ia bergelut dengan kentang hanya ingin menemukan bibit yang saat ini sulit didapatkan petani kentang di kampung halamannya, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

MADISU berasal dari gabungan namaRudy Madiyanto dan Sugeng Cahhyoko. Kata Madi berarti Madiyanto dan kata Su, diambil dari nama adiknya,  Sugeng Cahyoko (30).

Mereka berdua adalah anak petani sayur. Rudy adalah sarjana pertanian Universitas Brawijaya angkatan 2002,sedangkan Sugeng lulusan SMA Negeri 1 Batu. Keuletan mereka berdua berbuah harapan bagi pertanian kentang di Batu.

Batu sebagai penghasil kentang terbesar di jawa Timur, selama ini bisa menghasilkan 20 ton perhektare. Namun, andai menggunakan bibit Madisu AP4, petani bisa menghasilkan 25 ton sampai 35 ton per hektare. Inilah keunggulan Madisu AP4.

“Kandungan kimia dalam varietas ini, tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan kentang varietas umumnya. Kelebihan lainnya, lebih resitan, artinya, tidak mudah terserang penyakit,” papar Rudy didampingi Sugeng di screen house miliknya, Kamis (15/11/2012).

Pembibitan yang dikembangkan Rudy ini menggunakan sistem aeroponik (budidaya lewat ‘udara’). Yakni bercocok tanam dengan sistem pengkabutan. Akar tanamannya menggantung di udara dan kebutuhan nutrisinya dipenuhi dengan cara spraying (disemprot) ke akarnya.

Sekali panen dalam waktu empat bulan, per batang menghasilkan bibit hingga 20 buah. Produksi lebih mencapai 1,7 kg per batang, sementara kentang biasa cuma 0,8 kg.

“Ke depan, kami perbanyak pembibitan dengan cara aeroponik, lalu digulirkan ke petani. Daripada petani harus impor. Masyarakat akan tahu kualitas bibit Madisu ini,” paparnya.

Sekarang varietas ini masih dalam perlindungan varietas tanaman di Kementerian Pertanian. "Sekarang tinggal pengesahan menjadi varietas baru oleh kementerian pertanian," kata Rudi.

Sebelumnya, Rudy harus dicecar di konsorsium oleh para pakar tanaman dari berbagai daerah sebagai bentuk uji varietas, yakni oleh, Prof Baharudi Patanjeni dari Univeritas Hasanudin, DR Ni Made Armini Wendi dari IPB,dan dari Balitmbangalembang Bandung.

“Konsorsium ini yang menggelar kementerian tahun 2012 ini. Prosesnya lama, berkali-kali dibantai oleh para ahli. Tapi, Alhamdulillah lolos menjadi varietas,” katanya.

Rencananya, Rudy akan menghargai per bibit kentang Madisu ini Rp 1.500 sampai Rp 2.000/buah. Namun, di tingkat petani bisa lebih murah.

Penemuan varietas baru ini mendapat sambutan positif dari Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kota Batu, Sugeng Pramono. Kepala Distanhut bahkan akan memberi bantuan kepada Rudy sebesar Rp 200 juta untuk mengembangkan pembibitan. Desa Sumber Brantas juga akan disulap menjadi pusat pembibitan kentang.
“Rencananya, akhir tahun nanti sudah bisa ditularkan kepada petani kentang lainnya,” katanya.

Apresiasi positif juga datang dari Ketua Gapoktan Mitra Arjuna, Lucky Budiarti. Menurutnya,saat ini petani kentang butuh bibit. Menurutnya, Pemkot batu memang ingin mengembangkan kegiatan pembibitan, kalau dipusatkan di Sumber Brantas  malah lebih bagus.
Hanya saja, persoalan selama ini adalah kurangnya bibit kentang. Petani Batu seringkali mengambil bibit dari Lembang Bandung, serta Pasuruan. “Kalau nanti di sini ada bibit sendiri malah bagus,” katanya. Iksan fauzi


Biodata :
Rudy Madiyanto (33)
Lulusan STIKI (1996),     
Melanjutkan sekolah di Universitas Brawijaya Fakultas Pertanian (2002)
Istri Lilik Musliah (30).
Tiga Anak : Novita Putrisari (Puput) (18), M Rizki Jayalaksana (9), M Rafi (6)

Sugeng Cahyoko (30)
 Lulusan SMA 1 Batu
 Isri : Sugiarti (30)
Anak : M Farel (4), M Rafael (4 bln).

Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Suyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved