Minggu, 26 April 2026

DPRD Jatim Dorong Gerakan TOSS TBC, Warga Diminta Waspada Batuk Lebih 2 Minggu

DPRD Jatim dorong TOSS TBC. Batuk lebih 2 minggu wajib periksa, pengobatan harus tuntas 6 bulan agar sembuh total.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Yusron Naufal Putra
NGOBROL BARENG DEWAN - Wakil Ketua DPRD Jatim, Sri Wahyuni, saat berbincang dalam serial Podcast Ngobrol Bareng Dewan di Studio TribunJatim Network belum lama ini. Sri Wahyuni mendorong penuntasan TBC melalui TOSS TBC. 
Ringkasan Berita:
  • DPRD Jatim mendorong penguatan program TOSS TBC untuk menekan penularan dan memastikan pasien sembuh total.
  • Gejala utama seperti batuk lebih dari 2 minggu harus segera diperiksa ke fasilitas kesehatan.
  • Pengobatan TBC wajib dijalani minimal 6 bulan tanpa putus agar tidak kambuh dan menular kembali.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Untuk menuntaskan persoalan Tuberkulosis (TBC) di Jawa Timur (Jatim), kesadaran bersama seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci utama.

DPRD Jatim mendorong penguatan program Gerakan Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TBC, agar penanganan penyakit menular ini semakin efektif.

Program TOSS TBC merupakan strategi nasional yang mencakup proses menemukan kasus, mendiagnosis, mengobati hingga memastikan pasien sembuh total. Upaya ini penting untuk memutus rantai penularan yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur.

Pentingnya Deteksi Dini dan Pengobatan Tuntas

Wakil Ketua DPRD Jatim, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang berpotensi fatal jika tidak ditangani dengan baik. Karena itu, masyarakat diminta lebih peka terhadap gejala awal.

"WHO dan Kementerian Kementerian Kesehatan sudah mencanangkan bahwa kedepan Indonesia bebas dari TBC, maka dibuatlah program TOSS TBC ini," kata Sri Wahyuni sebagaimana dikutip pada Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, masih banyak kasus di mana penderita tidak menyadari dirinya terinfeksi TBC. Padahal, gejala seperti batuk berkepanjangan sudah muncul.

"Segera periksa setelah batuk itu tidak sembuh-sembuh, minimal 2 Minggu itu sudah harus diperiksakan. Biar sesegera mungkin bisa langsung ditemukan apakah sakit TBC atau tidak," ungkap Sri Wahyuni.

Poin Penting

  • Batuk lebih dari 2 minggu merupakan gejala awal TBC yang wajib diperiksakan
  • Pengobatan TBC minimal berlangsung 6 bulan dan tidak boleh terhenti
  • TOSS TBC menjadi strategi nasional untuk menekan penularan
  • Peran masyarakat penting dalam deteksi dini dan kepatuhan berobat

Komitmen Pengobatan Jadi Kunci Kesembuhan

Selain deteksi dini, keberhasilan penanganan TBC juga sangat ditentukan oleh kedisiplinan pasien dalam menjalani pengobatan.

Terapi TBC umumnya berlangsung minimal 6 bulan dan tidak boleh terputus.

"Pengobatan harus tuntas. Karena ini sudah standar," tambah politisi Partai Demokrat ini.

Sri Wahyuni menekankan, bahwa TBC bukan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Namun, diperlukan komitmen kuat dari pasien untuk menjalani seluruh tahapan pengobatan.

"Sangat bisa sembuh kalau dia berobat. Jadi agar program pemerintah ini berjalan efektif kita harus sama-sama, termasuk gerakan bersama agar masyarakat ini sadar terus aktif memeriksakan diri saat dia sakit disiplin berobat dan saling menjaga," ujar legislator dapil Bojonegoro-Tuban.

Tambahan Data & Konteks

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, Indonesia termasuk negara dengan beban TBC tertinggi di dunia.

WHO juga menargetkan eliminasi TBC secara global pada 2030, sehingga kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi sangat krusial.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved