Gas Perdana Pipa Cisem 2 Resmi Mengalir, Industri Batang Bergairah
Pemerintah resmikan pengaliran gas perdana Pipa Cisem 2 di Batang. Infrastruktur ini memperkuat energi nasional dan dorong pertumbuhan ekonomi
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Adrianus Adhi
Ringkasan Berita:
- Pemerintah meresmikan pengaliran gas perdana Pipa Cisem 2 sepanjang 245 km di Batang.
- Infrastruktur ini memperkuat pasokan energi nasional, mendukung industri, komersial, UMKM, dan rumah tangga.
- Diharapkan mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekspor, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
SURYA.co.id, Surabaya - Pemerintah meresmikan pengaliran gas perdana Pipa Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap 2 di Kawasan Industri Terpadu Batang. Infrastruktur sepanjang 245 kilometer ini siap memperkuat sistem energi nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Gas in atau pengaliran gas perdana dilakukan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) sebagai tanda beroperasinya Pipa Cisem Tahap 2.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menegaskan seluruh ruas pipa telah melalui uji teknis tanpa ditemukan kebocoran.
“Seluruh aspek keteknikan sudah selesai. Hasil uji menunjukkan tidak ada kebocoran. Dengan demikian, pipa siap berfungsi dan menyalurkan gas untuk kebutuhan industri,” kata Yuliot.
Proyek Cisem 2 memiliki panjang sekitar 242–245 kilometer, lebih panjang dari Cisem 1 yang hanya 60 kilometer. Meski demikian, penyelesaiannya hanya berselisih dua bulan dari tahap pertama berkat strategi pembangunan paralel.
Manfaat bagi Industri dan Ekonomi
Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, menyatakan pipa ini akan diintegrasikan ke jaringan distribusi gas bumi untuk pelanggan industri, komersial, retail, UMKM, hingga rumah tangga.
“Utilisasi Pipa Cisem diharapkan dapat mencapai manfaat yang optimal untuk memastikan sumber gas bumi domestik dapat dinikmati secara langsung oleh industri dalam negeri,” jelas Arief.
Menurut Wamen ESDM, keberadaan infrastruktur gas akan mempermudah pengembangan kawasan industri dan komersial, sekaligus mendorong investasi.
Dampak ekonomi yang diharapkan mencakup penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor, penguatan devisa, serta kontribusi terhadap penerimaan daerah.
Pemerintah daerah diminta mempercepat layanan perizinan agar investasi berjalan efisien. KITB yang berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) telah memperoleh kemudahan dari pemerintah pusat.
Wamen ESDM menegaskan infrastruktur gas adalah fondasi penting energi nasional yang harus dijaga.
“Dengan kawasan pertumbuhan seperti di Batang ini, kita optimistis target pertumbuhan ekonomi dapat dicapai melalui peningkatan investasi dan aktivitas industri,” jelasnya.
Dengan beroperasinya Cisem 2, pasokan gas untuk kawasan industri di Jawa bagian Barat dan sekitarnya diharapkan semakin stabil, sekaligus mendukung hilirisasi dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri.
| 200 PNS Pemkab Gresik Terima SK Kenaikan Pangkat, Sekda Gresik Washil juga Serahkan SK Pensiun |
|
|---|
| Suluk Sholawat Faya Ayyuharroju Lengkap Teks Arab, Latin dan Artinya |
|
|---|
| Satlinmas di 18 Kelurahan Kota Mojokerto Kantongi SK, Ning Ita: Perkuat Keamanan di Kota Mojokerto |
|
|---|
| Lirik Lagu Allahumma Labbaik Nissa Sabyan yang Viral saat Musim Haji |
|
|---|
| Menkeu Purbaya Kembali Copot Pejabat Kemenkeu, Buntut Masalah Pajak Rp25 Triliun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Prosesi-gas-in-atau-pengaliran-gas-perdana-pada-proyek-pipa-transmisi-gas-bumi-Cirebon.jpg)