Jumat, 24 April 2026

Pasar Modal Panik, IHSG Berhasil Rebound Tajam, Ini Rahasia Prediksi Gema Goeyardi

IHSG anjlok 7 persen lalu rebound tajam 12 persen pada Januari 2026. Simak rahasia strategi Time Trading Prof Gema Goeyardi saat market crash.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumen Pribadi
CRASH IHSG - Prof Gema Goeyardi, Founder & CEO Astronacci International. Ia menyebut, bahwa crash IHSG kali ini bertepatan dengan siklus astrologi Mars Conjunction Pluto pada 28 Januari 2026. 
Ringkasan Berita:
  • IHSG mengalami kejatuhan lebih dari 7 persen pada 28 Januari 2026 yang memicu aksi panic selling massal oleh investor ritel.
  • Dalam dua hari setelah crash, IHSG berhasil rebound hingga 12 persen, sesuai dengan prediksi Time Trading Astronacci.
  • Metode Prof Gema Goeyardi mengaitkan siklus pasar dengan astrologi Mars Conjunction Pluto yang pernah terjadi saat pandemi 2020.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pasar modal Indonesia sempat dilanda gelombang kepanikan luar biasa. Pada 28 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok hingga lebih dari 7 persen.

Aksi panic selling pun terjadi secara masif. Banyak investor ritel terpaksa melepas kepemilikan saham mereka di area harga terendah karena kekhawatiran yang mendalam.

Namun, pemandangan berbeda justru dialami oleh para trader yang mengikuti panduan Prof Gema Goeyardi, Founder & CEO Astronacci International. Melalui metode Time Trading, ia telah memprediksi titik balik pasar jauh sebelum kepanikan terjadi.

IHSG Rebound Tajam 12 Persen

Setelah tekanan hebat, titik terang mulai muncul. Pada 29 Januari 2026, IHSG berhenti melemah dan membentuk area bottom (lantai bursa).

Memasuki 30 Januari 2026, indeks kebanggaan Indonesia ini berbalik menguat secara signifikan. Berikut adalah fakta pergerakan pasar dalam tiga hari terakhir:

  • 28 Januari 2026: IHSG anjlok >7 persen, memicu kepanikan massal dan aksi jual paksa.
  • 29 Januari 2026: Penurunan mulai terhenti, pasar stabil dan membentuk area terbawah.
  • 30 Januari 2026: IHSG rebound tajam dengan kenaikan mencapai 12 persen dari titik terendah sehari sebelumnya.

Pemulihan ini menjadi berkah bagi mereka yang tetap tenang. Sejumlah saham yang sebelumnya tertekan akibat panic selling justru melonjak naik, memberikan profit bagi trader yang berani masuk di waktu yang tepat.

Rahasia di Balik Prediksi Time Trading

Keberhasilan para trader ini bukanlah sebuah kebetulan. Melalui metode Time Trading Astronacci, Prof Gema telah memperingatkan, bahwa penurunan tajam ini merupakan fase akhir dari tekanan pasar.

"Time Trading tidak hanya membantu trader bertahan saat terjadi crash, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk mengambil peluang ketika pasar berbalik arah," ujar Prof Gema, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, ada beberapa hal yang membuat strategi ini sangat efektif di tengah krisis:

  • Pemetaan Siklus: Prediksi koreksi sudah disampaikan sejak 31 Desember 2025 saat IHSG masih berada di level 9.150.
  • Target Akurat: Level 8.200 telah ditetapkan sebagai target koreksi minimum sebelum market crash terjadi.
  • Pengendalian Emosi: Strategi ini membantu trader mengetahui kapan tekanan pasar berakhir, sehingga tidak terjebak menjual di harga bawah.

Kemiripan dengan Kondisi Pandemi 2020

Menariknya, Prof Gema menyebut bahwa crash IHSG kali ini bertepatan dengan siklus astrologi Mars Conjunction Pluto pada 28 Januari 2026.

Siklus serupa pernah muncul pada 24 Maret 2020, yang menjadi fase akhir kejatuhan pasar global akibat pandemi COVID-19.

Secara historis, siklus ini dikenal sebagai penanda tekanan puncak sebelum stabilisasi.

"Trader yang panik cenderung menjual di titik terendah. Sebaliknya, trader yang memahami faktor waktu justru siap ketika pasar mulai bangkit," terangnya.

Dengan pemulihan ini, momentum tersebut memperkuat pesan, bahwa strategi berbasis waktu mampu melindungi modal sekaligus menjaga stabilitas psikologis di tengah badai pasar modal.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved