Jumat, 1 Mei 2026

Hari Jadi Banyuwangi ke-254: Upacara, Atraksi Seni dan Solidaritas untuk Korban Bencana

Hari Jadi Banyuwangi ke-254, Jatim, dirayakan dengan upacara, atraksi seni, sarapan bareng warga dan penggalangan solidaritas untuk korban bencana

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Aflahul Abidin
HARI JADI BANYUWANGI - Peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-254 diawali dengan upacara yang dipimpin Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sebagai inspektur upacara, di Halaman Pemkab Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (18/12/2025). Peserta upacara terdiri dari budayawan, seniman, kalangan pelajar, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga ojol. 
Ringkasan Berita:
  • Hari Jadi Banyuwangi ke-254 di Jatim dirayakan dengan upacara, tari kolosal, dan sarapan bersama warga lintas profesi.
  • Pemkab Banyuwangi menggalang solidaritas dengan lebih dari 1.000 paket sembako untuk warga pra sejahtera dan korban bencana.
  • Bupati Ipuk bersama Forkopimda juga melakukan ziarah dan doa bersama untuk kebaikan Banyuwangi dan Indonesia.

 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-254 dirayakan dengan upacara, atraksi seni kolosal, sarapan bersama warga serta penggalangan solidaritas untuk korban bencana dan warga pra sejahtera.

Kabupaten Banyuwangi memperingati Hari Jadinya ke-254 pada Kamis (18/12/2025) ini.

Peringatan Harjaba diawali upacara yang dipimpin Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, sebagai inspektur upacara di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi

Peserta upacara meliputi budayawan, seniman, pelajar, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga pengemudi ojek online.

Upacara diwarnai sendratari tentang sejarah Banyuwangi, khususnya Perang Puputan Bayu yang terjadi 1771–1772. Perang ini dipimpin Mas Rempeg Jagapati, keturunan Prabu Tawang Alun, raja Kerajaan Blambangan.

“Pada pertempuran itu, pasukan VOC menderita kerugian besar, komandan mereka tewas, namun Pangeran Jagapati juga gugur dalam perjuangan heroik tersebut,” ungkap catatan sejarah yang ditampilkan dalam sendratari.

Ratusan siswa SMP dan SMA menampilkan tari kolosal khas Banyuwangi, sebagai bagian dari rangkaian upacara.

Baca juga: Hari Jadi Banyuwangi ke-254, Bupati Ipuk Sarapan Nasi Bungkus Bareng Warga

Sarapan Bareng dan Solidaritas

Usai upacara, Bupati Ipuk sarapan bersama berbagai elemen masyarakat, termasuk tukang becak, pesapon dan pengemudi ojek online.

“Harjaba adalah momen untuk bergandengan tangan, berkolaborasi untuk menghadapi masa depan,” kata Bupati Ipuk.

Dalam rangka meningkatkan solidaritas, Buapti Ipuk mengajak seluruh warga untuk meningkatkan rasa solidaritas. Salah satunya, ucapan Harjaba yang dari tahun ke tahun biasanya berbentuk karangan bunga, mulai tahun ini diimbau dirupakan paket sembako untuk warga pra sejahtera dan korban bencana. 

Sejak 13 Desember hingga 18 Desember, lebih dari 1.000 paket sembako telah terkumpul, dan pengumpulan berlangsung hingga 19 Desember.

“Kami mengajak ASN untuk berdonasi kepada saudara yang tertimpa bencana di Sumatera, dan mendapat respons positif dari masyarakat,” tambah Bupati Ipuk.

Ziarah dan Doa Bersama

Selain kegiatan sosial, Bupati Ipuk bersama Forkopimda melakukan ziarah ke kompleks makam mantan Bupati Banyuwangi

Malam harinya, doa bersama dan selawat akan digelar bersama para tokoh agama untuk memohon kebaikan bagi Banyuwangi dan Indonesia.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved