163,67 Hektare Lahan di Banyuwangi Jadi Sasaran Program Tanah Objek Reforma Agraria 2025
Lahan seluas 163,67 hektare (ha) di Banyuwangi menjadi sasaran program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) tahun 2025.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | BANYUWANGI - Lahan seluas 163,67 hektare (ha) di Banyuwangi menjadi sasaran program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) tahun 2025.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengatakan program dari pemerintah pusat itu akan menyasar kawasan milik Perhutani di Banyuwangi.
Dengan program ini, kawasan tersebut bisa dibebaskan dan difungsikan sebagai fasilitas umum (fasum) atau fasilitas sosial (fasos).
Fasilitas itu, misalnya, jalan raya, musala, balai warga, atau permukiman.
"Nantinya, pemanfaatan akan dipilah-pilah. Kami sudah mengikuti sosialisasi percepatan program TORA atau yang juga disebut penyelesaian penguasaan tanah dalam rangka penataan kawasan hutan," kata Mujiono, Jumat (22/8/2025).
Program TORA yang menyasar lahan di kawasan hutan itu, kata dia, merupakan tahap kedua.
Tahap pertama berlangsung pada 2024 dengan sasaran sekitar 10 ribu bidang lahan.
Untuk tahun ini, Mujiono menyebut, program TORA menyasar lahan yang lokasinya berada di 26 desa dan tersebar di 12 kecamatan.
"Seluruhnya kawasan Perhutani Banyuwangi. Baik itu KPH (Kesatuan Pemangku Hutan) Banyuwangi Utara, Banyuwangi Selatan, dan Banyuwangi Barat," lanjut dia.
Sebagai langkah awal, di lahan-lahan yang menjadi sasaran saat ini tengah dilakukan sosialisasi pelaksanaan tata batas.
Setelah sosialisasi, patok-patok akan dipasang di lahan tersebut.
Mujiono berterima kasih kepada pemerintah pusat karena memprioritaskan program tersebut di Banyuwangi, sehingga masyarakat akan menerima manfaatnya.
"Program ini manfaatnya besar sekali. Alhamdulillah Banyuwangi menjadi prioritas," tambah dia.
| Semalam Dipecat, Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi MBG |
|
|---|
| Sosok Pujiyono Suwadi Ketua Komjak yang Bocorkan Kasus di BGN Naik Penyidikan, Soal Jual Beli SPPG |
|
|---|
| Fakultas Kedokteran UTM Resmi Dibuka, Langsung Buka Jalur Mandiri dengan Kuota Terbatas |
|
|---|
| Peluang Great Grace Futsal Surabaya Menuju Final Four Pro Futsal League 2026 |
|
|---|
| Sinergi KAI Daop 8 Surabaya dan Kejari Bojonegoro untuk Pengamanan Aset Negara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/PELEPASAN-KAWASAN-HUTAN-Menteri-Kehutanan-Raja-Juli-Antoni-menyera.jpg)