Berita Surabaya
Sampoerna Academy Gelar HEARTs Workshop agar Anak Indonesia Sadar Lingkungan sejak Dini
Sekolah interkultural dan pionir STEAM di Indonesia, Sampoerna Academy menegaskan komitmennya untuk selalu memberikan pendidikan terbaik di Indonesia.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Sekolah interkultural dan pionir STEAM di Indonesia, Sampoerna Academy menegaskan komitmennya untuk selalu memberikan pendidikan terbaik di Indonesia.
Hal ini demi mendorong lahirnya generasi masa depan yang mampu bersaing secara global serta berempati tinggi terhadap isu sosial dan keberlanjutan.
Melalui program “Healing Earth Through Arts (HEARTs) yang merupakan bagian dari peringatan United Nations Day yang jatuh di bulan Oktober, Sampoerna Academy berkolaborasi dengan komunitas Rumah Main STrEAM mengadakan kegiatan edukasi interaktif menyenangkan bagi anak-anak.
Kegiatan tersebut diwujudkan dalam memanfaatkan barang bekas menjadi karya seni dengan menggunakan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM).
Maharsi Palupining Rini, S. S, National Principal of Sampoerna Academy Surabaya mengungkapkan misi Sampoerna Academy untuk selalu memberikan pendidikan terbaik di Indonesia sejalan dengan salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDG).
"Yaitu memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan adil serta mempromosikan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua," kata Maharsi, Senin (1/11/2021).
Sebagai institusi pendidikan, penting sekali bagi mereka untuk terus mendukung program TPB dengan mendorong lahirnya generasi masa depan yang kritis, mampu bersaing, serta memiliki cita-cita menciptakan dunia lebih baik lagi.
"Tahun ini merefleksikan situasi saat ini, program UN Week lebih dari sekedar perayaan tetapi juga menitikberatkan akan kesadaran sosial dan empati para siswa dan generasi muda pada isu-isu keberlanjutan dan perubahan iklim sejak usia dini,” jelas Maharsi.
Hal senada juga diungkapkan Yuni Widiastuti, Founder & Inisiator Komunitas Ibu Rumah Main STrEAM.
"Melalui kesempatan bermain yang baru saja dilakukan bersama, kami semakin sadar dan optimis bahwa peran orangtua serta masyarakat begitu berharga dalam mendampingi keterampilan abad 21 anak-anaknya," jelas Yuni.
Saat ini disrupsi sedang terjadi, salah satunya yaitu adanya disrupsi dalam perubahan iklim dan lingkungan bumi.
"Apakah akan ada bumi kedua untuk kita? Tentu pertanyaan ini hanya dapat dijawab oleh anak-anak kita saat mereka kelak sudah dewasa,” beber Yuni.
Oleh karena itu, melalui aktivitas belajar sambil bermain dengan percobaan yang memanfaatkan limbah dan barang bekas di sekitarnya, Rumah Main STrEAM dan Sampoerna Academy ingin mengajak orangtua serta masyarakat untuk berpartisipasi aktif menerapkan pendidikan berbasis STEAM.
“Dengan menyediakan 15-30 menit bagi anak-anak bermain penuh makna sejak dini, maka harapannya kita akan melihat bumi ini baik-baik saja. Sebab anak-anak yang sudah teredukasi sejak early age memami bahwa bumi ini butuh dilindungi, bukan sekedar dimanfaatkan," ungkap Yuni.
Melalui program ini, sebagai pelopor STEAM di Indonesia, Sampoerna Academy berharap dapat mendukung pengembangan kompetensi 5C pada anak-anak Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/virtual-sampoerna-academy-hearts-workshop.jpg)