VIRAL Pelanggan Indomaret di Bekasi Bisa Lapor Polisi jika Diminta Uang Parkir, Berikut Isi Pasalnya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Spanduk berisi tentang Pelanggan Indomaret di Bekasi Bisa Lapor Polisi jika Diminta Uang Parkir, yang viral di media sosial.

"Kalau dia enggak benar kerjanya, aku juga bakal nolak bayar kok. Cuma seringnya enggak berani ya, takut ditandain dan diusilin," lanjut dia.

Di sisi lain, Ardiansyah (28), warga Ciledug, mengaku setuju jika ada juru parkir minimarket, dengan catatan pekerjaannya dilakukan dengan baik.

"Sebenarnya butuh tukang parkir asal mereka stay di depannya, jagain kendaraan kita, enggak hilang-hilangan, gitu," ungkap Ardiansyah.

Hal serupa juga disampaikan Nana (27), yang mengaku sangat membutuhkan jasa juru parkir di minimarket.

"Kalau ada tukang parkir, parkiran jadi teratur. Penginnya sih tukang parkir tetap ada, asal sesuai dengan kerjaannya, biar kendaraan aman, " kata warga Tebet, Jakarta Selatan tersebut.

Keberadaan juru parkir yang dibutuhkan namun dianggap meresahkan oleh sejumlah warga juga disadari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Pengurus Harian YLKI Agus Suyatno mengatakan, hal ini merupakan pembahasan lama.

Kata dia, parkir liar sebenarnya tidak hanya meresahkan masyarakat melainkan juga merugikan daerah.

"Parkir liar itu tidak berkontribusi bagi pemasukan pendapatan daerah. Karena kalau resmi akan masuk ke pendapatan daerah yang kemudian digunakan untuk pengembangan layanan publik, " jelas Agus saat dihubungi, Rabu (16/6/2021).

Menyikapi masalah di wilayah Jakarta, Agus berpendapat bahwa pemerintah terkait melalui PT Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta, harus melakukan pendekatan terhadap oknum juru parkir liar.

"Bisa dengan pendekatan ke pengelola parkir. Mereka juga bisa diberdayakan menjadi parkir yang legal, " lanjut dia.