Berita Magetan

Warga Dusun di Magetan Enggan Arca Purbakala Nandi Dipindah, Penyebabnya Kejadian Mistis Ini

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Deddy Humana
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sarnu dan 'Nandi', arca lembu duduk yang berada di kompleks makam Dusun/Desa Sadon, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, punya cerita mistis

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Penyelamatan situs purbakala biasanya dilakukan dengan cara dievakuasi atau dipindah agar terpelihara di tempat baru. Tetapi ada satu arca purbakala di Kabupaten Magetan yang gagal dipindahkan bukan karena alasan teknis melainkan konon karena sebab mistis.

Bahkan arca berbentuk sapi yang baru digali itu memicu peristiwa yang tidak masuk akal, yaitu membuat hewan ternak di satu desa di Magetan mendadak mengamuk. Cerita dari warga itu sudah lama terjadi, tentu sulit dipercaya masyarakat di era modern sekarang.

Tetapi Sarnu, juru pelihara (jupel) BP3 Trowulan Mojokerto, yang menjadi penanggungjawab situs purbakala di Dusun/Desa Sadon, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, mengakui adanya cerita unik saat pemindahan 'Nandi' atau Nandini, arca berbentuk sapi duduk.

"Dari penjelasan jupel sebelum saya, dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Mojokerto, arca Nandi memang dipindahkan agar memudahkan perawatan. Tetapi baru sehari dipindah, ada kejadian yang menimpa Dusun Sadon," kata Sarnu kepada SURYA, Selasa (26/10/2021).

Pemindahan arca Nandi, lanjut Sarnu, dilakukan sekitar tahun 1985 dan disatukan dengan situs purbakala Candi Sadon. Dan warga Dusun Sandon kemudian melaporkan bahwa banyak ternak mereka yang menjadi liar.

"Ternak lembu yang dimiliki setiap rumah warga di Dusun Sadon jadi liar. Dan tali tambatan yang biasa kuat mengikat ternak lembu warga, sampai tercerabut hingga lembu-lembu itu lepas dan mengamuk, mengancam keselamatan warga," terang Sarnu.

Sarnu tidak mengetahui secara pasti karena hanya mendengar cerita warga dan jupel sebelumnya. Karena kejadian itu dan memperhatikan kepentingan warga, maka BP3 Trowulan akhirnya tetap menempatkan arca Nandi di tempat pertama kali ditemukan. Tetapi PB3 Trowulan melakukan pemindahan kembali arca itu tentu bukan karena alasan tidak logis tadi.

Peneliti tidak hanya menemukan arca Nandi, tetapi juga dua arca lain di dusun yang sama. "Selain Candi Sadon dan Nandi, masih ada dua lagi yaitu arca purbakala di dusun ini. Letaknya juga tidak jauh, masih satu dusun,"ungkap Sarnu.

Di Dusun/Desa Sadon itu sebenarnya ada empat lokasi situs purbakala yang seluruhnya masih berada di tempat ditemukan pertama kali oleh warga setempat. Keempat situs purbakala itu, adalah Candi Sadon, arca Nandi dan perangkatnya, punden Sepundung, termasuk arca berwujud lembu yang sudah samar tidak berbentuk. Terakhir ada arca Lumpang keraton berbentuk panjang.

Diungkapkan Sarnu, sebelum tahun 1969, arca-arca purbakala di Sadon, sempat dirusak gerombolan perusuh. Dan pada tahun yang sama, arca-arca itu ditata kembali termasuk Candi Sadon.

Semua masih diletakkan ditempat pertama kali ditemukan warga. Termasuk arca lembu Nandi, arca Sepundung dan Lumpang Keraton berujud panjang itu.

"Dan baru arca lembu Nandi yang akan disatukan di Candi Sadon agar mudah merawatnya. Tetapi, karena ada peristiwa mistis menurut cerita warga itu, maka sampai sekarang arca Nandi dan lainnya tidak diusik dari tempatnya," tandas Sarnu. ****