Berita Tuban

Orangtua Anak Bernama Terpanjang di Kabupaten Tuban, Ngaku Kesulitan Urus Dokumen Ini

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Titis Jati Permata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Stiker nama anak terpanjang asal Desa Ngujuran, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.

SURYA.CO.ID, TUBAN - Masih ingatkah dengan nama anak terpanjang di Kabupaten Tuban yang sempat heboh sekitar dua tahun silam?

Kini, anak tersebut hampir menginjak usia tiga tahun.

Namanya terdiri dari 19 kata, Rangga Madhipa Sutra Jiwa Cordosega Akre Askala Mughal Ilkhanat Akbar Sahara Pi-Thariq Ziyad Syafudin Quthuz Khoshala Sura Talenta.

Namun belakangan terdengar kabar, bayi yang lahir pada 6 Januari 2019 itu tengah kesulitan mengurus akta kelahirannya.

Saat dikonfirmasi kebenaran kabar tersebut, ayah dari bayi itu membenarkan sulitnya mengurus dokumen nama si anak.

Baca juga: Ziarah ke TMP, Dandim 0812 Lamongan : Penghargaan dan Penghormatan kepada Para Pahlawan

Bayi asal Desa Ngujuran, Kecamatan Bancar itu merupakan buah dari pasangan Arif Akbar dan Suci Nur Aisiyah.

"Kami kesulitan mengurus akta anak, sudah sekitar tiga tahun mengurus tapi tidak bisa," kata Arif dikonfirmasi, Senin (4/10/2021).

Ia menjelaskan, sudah mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tuban untuk mengurus akta anak keduanya itu, namun jawaban selalu sama tidak bisa.

Arif berharap, ada kabar bagus saat ia menanyakan perkembangan terbaru berkaitan akta anak, tapi sayang justru mendapatkan kabar sebaliknya.

Pihak terkait mengaku tidak bisa dan berulang-ulang menyuruh merubah nama anak tersebut.

"Saya disuruh merubah nama anak, padahal nama tersemat doa untuk kebaikannya. Kalau harapan tentu bisa diproses aktanya, karena saat masuk TK akta dibutuhkan," harapnya.

Kini di tengah kebuntuannya, Arif dan istrinya mengirim surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo.

Meminta pertolongan agar dimudahkan dalam mengurus akta anaknya.

Baca juga: Nama Anak Terlalu Panjang Hingga Kesulitan Membuat Akta, Orang Tua di Tuban Kirim Surat ke Presiden

Baca juga: Fakta-fakta Anak Bernama Terpanjang di Tuban Sulit Urus Akta Kelahiran, Buat Surat Terbuka ke Jokowi

Jawaban Disdukcapil

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tuban, buka suara terkait orang tua yang kesulitan membuat akta anak.

Hal itu terjadi pada pasangan Arif Akbar dan Suci Nur Aisiyah, asal Desa Ngujuran, Kecamatan Bancar.

Anak mereka memiliki nama panjang 19 kata yaitu, Rangga Madhipa Sutra Jiwa Cordosega Akre Askala Mughal Ilkhanat Akbar Sahara Pi - Thariq Ziyad Syafudin Quthuz Khoshala Sura Talenta.

Bayi yang lahir pada 6 Januari 2019 itu kini berusia hampir tiga tahun, orang tuanya sudah mempersiapkan akta untuk keperluan masuk TK.

"Kami tidak meminta pemohon mengganti nama, tapi menyesuaikan karakter huruf yang tersedia," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Rohman Ubaid dikonfirmasi SURYA.CO.ID, Senin (4/10/2021).

Ubaid menjelaskan, sebelum akta anak diproses, maka harus masuk dulu dalam biodata base sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) Ditjen Dukcapil, maksimal 55 karakter huruf.

Begitu juga untuk akta, kartu keluarga dan KTP, semua terbatas maksimal 55 karakter huruf, termasuk spasi.

Baca juga: Nama Anak Terlalu Panjang Hingga Kesulitan Membuat Akta, Orang Tua di Tuban Kirim Surat ke Presiden

Untuk itu ia menegaskan, agar nama yang diajukan supaya disesuaikan dengan jumlah karakter yang tersedia di Aplikasi SIAK.

"Kami tegaskan bukan menyuruh untuk diganti nama, tapi disesuaikan 55 karakter huruf termasuk spasi tiap kata," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, anak yang memiliki nama dengan panjang 19 kata di Tuban dan pernah bikin heboh di Tuban, kini hampir menginjak usia tiga tahun.

Anak tersebut bernama Rangga Madhipa Sutra Jiwa Cordosega Akre Askala Mughal Ilkhanat Akbar Sahara Pi - Thariq Ziyad Syafudin Quthuz Khoshala Sura Talenta.

Namun orang tua bayi yang lahir pada 6 Januari 2019 itu tengah kesulitan mengurus akta.

Kirim Surat ke Jokowi

Pasangan Arif Akbar dan Suci Nur Aisiyah kini tengah berupaya mengirim surat terbuka ke Presiden Joko Widodo.

"Benar, kami telah mengirim surat terbuka ke Presiden terkait nama anak saya. Di antaranya lewat FB pribadi," ujarnya dikonfirmasi, Senin (4/10/2021).

Ia menjelaskan, sudah mendatangi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tuban untuk mengurus akta anak keduanya itu, namun jawaban selalu sama tidak bisa.

Arif berharap, ada kabar bagus saat ia menanyakan perkembangan terbaru berkaitan akta anak, tapi sayang justru mendapatkan kabar sebaliknya.

Pihak terkait mengaku tidak bisa dan berulang-ulang menyarankan untuk merubah nama anak tersebut.

"Saya disuruh merubah nama anak, padahal nama tersemat doa untuk kebaikannya. Kalau harapan tentu bisa diproses aktanya, karena saat masuk TK akta dibutuhkan," harapnya.

Berikut isi suratnya.

YTH : Bapak Ir Joko widodo
(Presiden RI )

Assalammualaikum wr wb -

Sejahtera sehat selalu Bapak Presiden - semoga Alloh senantiasa menganugrahkan semua karunia dan berkah kepada Bapak
Aamiin .

Matur Bapak Presiden .. hampir tiga tahun belakangan ini kami prihatin Bapak ..
Alloh mengaruniai anak yang kedua pada kami , suka cita kami tiada terkira
Menerima karunia itu
Kami sangat berharap kelak anak kami bisa menjadi inspirasi yang membanggakan tak sekedar membanggakan orang tua tapi bisa membanggakan Buat NKRI ini

Matur .. Bapak Presiden
Di bawah ini nama anak kami

Rangga Madhipa Sutra Jiwa Cordosega Akre Askala Mughal Ilkhanat Akbar Sahara Pi - Thariq Ziyad Syafudin Quthuz Khoshala Sura Talenta.

Di atas adalah nama anak kami - usia anak kami sekarang hampir 3 tahun .
Bapak Ir Joko widodo -Presiden kami - Bapak kami
Kami namakan anak kami dengan nama panjang tersebut , berangkat dari tekad dan harapan - agar kelak anak tersebut bisa berpikir dengan sumbu dan nalar panjang - tidak mudah diracuni berita hoax - bisa menganalisa masalah dengan pemikiran jernih yang panjang sepanjang namanya
bisa menjadi suri tauladan dan inspirasi generasi dimasanya nanti - Bagaimana mengabdi dan mencintai persada nusantara ini

Anak itu - kebanggaan Keluarga kami
menjadi mimpi dan harapan kami .

Sungguh besar harapan kami pihak terkait pembuat akte nama untuk memberi jalan keluar dan kemudahan dalam memberikan pada kami pelayanan yang baik
Kami sudah mengajukan permohonan kira kira hampir hampir tiga tahun yang lalu , akan tetapi sampai hari ini - jawabannya sama .
Tidak bisa - selalu dan selalu ditekankan untuk mengganti nama .
Dalam tiap kesempatan kami selalu menanyakan dengan harapan dapat berita terbaru yang membahagiakan - sampai hampir tahun yang ke tiga -Berita itu tidak ada - jika kami menanyakan selalu disuruh merubah nama

Mungkin bagi sebagian yang tidak memahami sakralnya sebuah nama - nama anak kami jadi bahan candaan dan olok-olok , tapi bagi yang mengerti bagaimana berharganya tujuan memberi sebuah nama - pada sebuah negara merdeka yang demokratis sudah barang tentu
Hak asasi kami akan sangat dihargai .

Pada intinya pihak terkait tidak bisa - dan berulang ulang kami disuruh merubah nama anak tersebut
Surat terbuka kami pada Bapak - menjadi harapan terahir kami untuk mengadukan kesedihan kami ini - mungkin ada orang yang berpikir apalah sebuah nama - tapi bagi adat kami nama adalah karakter , kebanggaan doa dan harapan .
Matur Bapak Presiden ..
Satu dua tahun ke depan anak kami jelas jelas membutuhkan identitas , untuk sekolahnya di TK nya

Matur Bapak Presiden -
Dari berbagai berita yang dapat kami temui di media sosial
Nama panjang anak tersebut bukan yang pertama dinegeri Indonesia ini dan mereka mendapat perhatian dan solusi dari dinas dinas terkait didaerahnya

Bapak Joko widodo
- Presiden kami
- Bapak kami
- Bapak negeri Indonesia yang kami cintai
Jika didaerah kami , kami tidak mampu mewujudkan nama anak kami - kami berharap semoga Bapak Presiden bisa membantu kami - untuk mewujudkan nama anak kami
Untuk diakui secara sah di negeri Indonesia ini
terkait syarat syarat agar nama anak kami bisa disah kan - berilah kami petunjuk untuk terealisasinya harapan kami itu Bapak
Matur suwun - semoga Bapak Rahayu sehat selalu - moga Alloh yang membalas semua belas kasih Bapak

Wassalammualaikum wr wb .

Hormat kami
Arif Akbar / Suci Nur Aisiyah (Orang tua)
RT 001 - RW 001, Dusun Ngaglik
Desa Ngujuran, Kecamatan Bancar
Kabupaten Tuban