Heboh, Sungai di Klaten Mendadak Jadi Merah Darah, Polisi Lakukan Penyelidikan

Editor: Rahadian Bagus
Warga di Kabupaten Klaten dihebohkan dengan penampakan air sungai di Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari mendadak jadi merah, Kamis (16/9/2021)

SURYA.CO.ID|KLATEN - Warga Kabupaten Klaten heboh melihat penampakan air sungai di Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari. Air yang biasanya jernih tiba-tiba berubah menjadi merah, Kamis (16/9/2021).

Fenomena yang tak lazim itu direkam oleh netizen dan diunggah ke Facebook. Video berdurasi 23 yang diunggah akun bernama Deni Legowo di grup Facebook Info Seputar Klaten ini viral di media sosial.

Polres Klaten telah mengirimkan sampel berupa kapas yang memiliki bekas warna merah dan sampel tanah ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng di Semarang.

"Hari ini juga tim kami berangkat ke Semarang untuk melakukan pengecekan sampel di Labfor. Hasilnya akan kita koordinasikan, biasanya keluar semingguan," jelas Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Guruh Bagus Eddy Suryana saat Tribun Jogja temui di ruang kerjanya, Senin (20/9/2021).

Ketika disinggung terkait dugaan kandungan bahan dari penyebab berubahnya warna air saluran irigasi itu, Kasat mengatakan masih menunggu hasil uji labfor.

"Diduga kimia warna, makanya untuk lebih jelasnya itu menunggu hasil labfor. Nanti dari hasil uji labfor akan terlihat bahan yang dibuang itu apa, nanti penjelasannya," jelasnya.

Kemudian lanjut, AKP Guruh Bagus Eddy Suryana hingga saat jajaran Sat Reskrim Polres Klaten telah memeriksa sebanyak 6 orang saksi.

"Saat ini juga sudah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi. Dimana saksi-saksi yang kita periksa sudah berjumlah 6 orang. Saksi-saksi ini berupa warga sekitar dan yang melihat kejadian itu," jelasnya

AKP Guruh Bagus Eddy Suryana menambahkan pihaknya telah mengantongi identitas satu terduga pelaku yang diduga membuang limbah pewarna ke saluran irigasi yang melintasi Desa Bulan dan Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

"Saat ini mengerucut ke satu terduga, ada salah satu terduga tapi belum bisa kita sebutkan siapa karena guna kepentingan penyelidikan kita," ujarnya.

Halaman
12