Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Respon Yosef Saat Tahu Bareskrim Polri Ikut Usut Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Ada Saksi Baru

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Yosef (foto kiri) suami sekaligus ayah dari korban pembunuhan ibu dan anak di Subang. Begini responnya saat tahu Bareskrim Polri ikut usut.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi

SURYA.co.id - Berikut respon Yosef saat tahu Bareskrim Polri ikut usut kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang.

Selain itu, polisi ternyata juga memanggil saksi baru di luar dari pihak keluarga.

Diketahui sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri turun tangan menyelidiki kasus pembunuhan ibu dan anak di daerah Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Pihak keluarga korban berharap, keterlibatan Bareskrim Polri dapat mempercepat pengungkapan pelaku pembunuhan terhadap Tuti Suhartini dan anaknya, Amalia Mustika Ratu.

Yosef, suami sekaligus ayah dari korban pembunuhan, merespon positif adanya bantuan dari Mabes Polri untuk mengungkap pelakunya.

Baca juga: Sosok Danu Pengurus Yayasan Diperiksa Hingga Dinihari, Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Masih Nihil

Ia berharap dengan adanya bantuan dari Bareskrim Mabes Polri, pelaku segera ditangkap.

Hal itu dikatakan Yosef melalui kuasa hukumnya, Rohman Hidayat. 

"Dengan ada bantuan dari mana pun baik dari Polda atau Bareskrim, pihak dari keluarga berharap agar pelakunya segera terungkap," kata Rohman, Rabu (15/9/2021), melansir dari Kompas TV.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Erdi A Chaniago sebelumnya mengatakan, bantuan itu berupa atensi dari pimpinan Polri yang ingin kasus itu segera diungkap.

"Memang sudah ada atensi dari pimpinan di pusat sehingga sekarang ada penguatan-penguatan dalam mem-back-up pengungkapan kasus pembunuhan ini," kata Erdi di Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/9/2021).

Menurut Erdi, tim dari Bareskrim Polri akan membantu proses penyelidikan, baik secara konvensional, manual, maupun digital.

Adapun proses penyelidikan masih dalam tahap pendalaman bukti-bukti yang sudah didapat sejauh ini berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan dari keterangan para saksi.

Dari keterangan sejumlah saksi, menurut Erdi, penyidik sudah mengarah pada adanya tersangka.

Ada saksi baru

Sementara itu, polisi juga mendatangkan saksi baru untuk mengungkap kasus ini.

Pengacara Yosep, Rohman Hidayat membeberkan sosok Danu, seorang pengurus Yayasan Bina Prestasi Nasional yang ikut diperiksa penyidik Polres Subang.

Pemeriksaan terhadap Danu itu untuk mengungkap pembunuh ibu dan anak di Subang, Jawa Barat yang jasad korban ditemukan tertumpuk di bagasi Alphard pada 18/8/2021). 

Menurut Rohman, Danu merupakan salah satu saksi di luar keluarga Yosef yang ikut diperiksa penyidik Polres Subang. Danu diperiksa secara intens bersama Yosef, Senin (13/9/2021). 

Sebelumnya, polisi memeriksa pihak keluarga, yakni, Yosef selaku pemilik yayasan, putra Yosef bernama Yoris (34) selaku ketua yayasan dan istri muda Yosef bernama Mimin mantan bendahara yayasan. 

Rohman Hidayat mengakui bahwa saksi lain di luar keluarga yang dimintai keterangan sebagai saksi oleh polisi yakni Danu.

"Sejauh ini pemeriksaan terhadap saksi memang pada orang terdekat dari korban. Tapi ada satu lagi yang dimintai keterangan tapi di luar keluarga yakni Danu," kata Rohman Hidayat saat dihubungi Tribun pada Rabu (15/9/2021).

Informasi dihimpun, Danu sendiri merupakan salah satu pengurus Yayasan Bina Prestasi Nasional yang dipimpin oleh Yoris dan Amalia adalah bendaharanya.

Yayasan yang menaungi SMK swasta di Subang itu didirikan oleh Yosef.

"Danu orang yayasan. Kemarin turut diperiksa sampai dini hari bareng pak Yosef," katanya.

Disinggung soal keterkaitan Danu dengan kasus perampasan nyawa Amalia dan Tuti tersebut, Rohman mengaku tidak mengetahuinya.

"Tanya penyidik saja kalau itu karena saya tidak mendampingi Danu," ucap dia.

Rohman mengakui bahwa pada pemeriksaan di awal pekan ini, Yosef ditanyai penyidik terkait yayasan.

"Ditanya soal yayasan awal mula berdirinya bagaimana, kepengurusannya gimana dan peran-perannya seperti apa. Seputar itu," ucap dia.

Ditanya soal pada pemeriksaan ditemukan konflik dalam kepengurusan yayasan, Rohman yang mendampingi Yosef selama pemeriksaan menyebut bahwa tidak ada konflik.

"Jadi bukan tidak ada ya, sejauh ini dalam pemeriksaan memang belum ditemukan soal konflik dalam pengurusan yayasan," katanya.

Pun demikian dengan konflik diantara cinta segitiga antara Yosef dengan Tuti dan M, istri muda Yosef, itu juga jadi bagian yang ditanyakan.

"Seperti yang sudah saya jelaskan bahwa hubungan antara Yosef dengan istri muda dan ibu Tuti sejauh ini tidak ada masalah. Itu juga yang dikatakan Yosef ke penyidik Polres Subang," kata dia.

Hingga pekan ke empat, misteri kasus perampasan nyawa Amalia Mustika Ratu (24) dan ibunya, Tuti (55) di Subang belum terungkap.

Kematian anak dan ibu di Desa Jalan Cagak Kecamatan Jalan Cagak Kabupaten Subang itu terjadi pada 18 Agustus 2021. Belum terungkapnya kasus perampasan nyawa di Subang itu membuat Bareskrim Polri turun tangan.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi menyampaikan penyidik Bareskrim Polri telah berada di Subang untuk membantu penyelidikan kasus tersebut.

"Iya, tim asistensi dari Bareskrim sudah disana untuk membantu melakukan penyelidikan," kata Andi saat dikonfirmasi, Selasa (14/9/2021).

Andi menerangkan penyidik nantinya akan menganalisa dan evaluasi terkait penyelidikan sementara yang dilakukan oleh Polres Subang dan Polda Jabar.

"(Penyidik) menganalisa semua informasi yang sudah diperoleh oleh Polres Subang dan Polda Jabar," katanya.

Baca berita seputar pencarian pembunuh ibu dan anak di Subang lainnya di SURYA.co.id