Berita Blitar

Kaget Didatangi Polisi, Dua Emak Pengutil Takut Ditangkap Lagi; Begitu Diberi Sembako Malah Menangis

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Deddy Humana
Petugas Reskrim Polres Blitar menyerahkan bantuan sembako di rumah dua emak pengutil yang baru dibebaskan, Jumat (10/9/2021).

SURYA.CO.ID, BLITAR - Kasus pencurian barang alias pengutilan yang dilakukan dua perempuan asal Malang di sebuah toko di Kabupaten Blitar, sudah selesai. Kedua emak itu dibebaskan dari tahanan Polres Blitar, Kamis (9/9/2021) dengan alasan kemanusiaan.

Saat dibebaskan, kedua ibu itu yaitu Marti (55) dan keponakannya, Yuliati (29), warga Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, sampai menangis. Mereka terharu atas kebaikan pemilik toko yang mencabut laporannya, setelah tahu kondisi ekonomi keduanya memang susah.

Dan Jumat (10/9/2021) atau sehari setelah dibebaskan, Marti dan Yuliati kembali harus menangis ketakutan karena beberapa petugas Satreskrim Polres Blitar mendadak mendatangi rumahnya.

Keduanya takut bakal ditangkap lagi atas kasus serupa, karena petugas datang ke rumah di Kelurahan/Kecamatan Junrejo, yang berjarak sekitar 20 KM dari rumahnya di Kota Malang.

Padahal itu adalah rumah Gianto (46), suami Yuliati, namun polisi tetap bisa menemukannya. Karena memang sejak menghirup udara bebas, mereka belum pulang melainkan tinggal di sebuah rumah kecil milik Gianto.

Marti dan Yuliati pun menangis ketakutan karena mengira akan dijemput kembali. "Mungkin dikira kedatangan anggota itu akan menjemputnya, sehingga mereka sempat menangis," kata AKP Ardian Yudo, Kasatreskrim Polres Blitar, Jumat (10/9/2021).

Begitu tahu kalau polisi bukan menjemputkan namun memberikan sembako untuk meringankan kebutuhan hidupnya, kedua ibu itu kembalim menangis, malah makin keras. Mereka mrasa terharu dengan kebaikan polisi yang sempat menyidiknya itu.

"Walah pak, kok repot-repot begini. Kami bisa bebas saja sangat bersyukur. Itu juga karena kebaikan panjenengan dan kami hanya bisa mengucapkan terima kasih," ujar Yudo menirukan ucapan Marti.

Dituturkan Yudo, kondisi keluarga kedua emak itu memang kurang beruntung. Malah, bukan hanya kondisi ekonominya yang pas-pasan, rumah yang ditempatinya juga sangat kecil.

Selain berada di dalam gang kecil, rumahnya juga sangat sempit. Dan hanya ada satu kamar tidur dan satu ruang tamu namun ditempati banyak anggota keluarga.

Malah Yuliati diketahui baru tiga bulan melahirkan dan kini anaknya menjadi tiga orang. Sebab dua anak sebelumnya itu adalah anak bawaan dari suaminya karena saat menikah, Gianto memang berstatus duda.

Anak yang pertama berusia 15 tahun, kedua berusia 3 tahun dan yang ketiga baru tiga bulan. Sementara Gianto tidak punya penghasilan tetap.

"Jadi saat diperiksa usai ketangkap mencuri di toko itu, pengakuannya memang tak mengada-ada kalau kondisinya lagi susah. Mereka juga tak bohong kalau ke Blitar itu memang mencari rumah saudara suaminya, namun tak ketemu," paparnya.

Karena itu setelah melihat kondisi dua perempuan yang serba pas-pasan itu, petugas merasa kasihan. Apalagi keduanya tidak mengada-ada kalau butuh uang untuk membeli susu anaknya, sehingga petugas membawakan segala kebutuhannya.

Polisi berharap bantuan itu sedikit meringankan beban hidup Marti dan Yulianto, dan tidak lagi berbuat salah seperti kasus yang menjeratnya kemarin itu. "Bantuan yang kami berikan tidak seberapa namun semoga mereka terbantu. Semoga ada orang lain lagi, yang membantunya," pungkasnya. ****