KKB Papua

TNI-Polri Sukses Buru KKB Papua dan Membuatnya Makin Terjepit, Ketua PBNU: Kita Ucapkan Apresiasi

Ilustrasi. TNI-Polri Sukses Buru KKB Papua dan Membuatnya Makin Terjepit, Ketua PBNU beri apresiasi

"Sesuai undang-undang yang berlaku, karena telah terbukti mereka menimbulkan teror terhadap masyarakat Papua," ujar Kabiay.

Ketiga, mendukung sepenuhnya aparat TNI dan polisi untuk melakukan penegakan hukum secara terukur, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) demi menciptakan rasa aman dan damai bagi masyarakat Papua.

Keempat, mendukung sepenuhnya keberlanjutan Otonomi Khusus (Otsus) dan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di wilayah Papua.

"Sebab hal ini sebagai upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Papua," kata Kabiay.

Kelima, mengimbau seluruh elemen masyarakat agar terus mendukung dan mensukseskan pelaksanaan PON XX Papua 2021.

Terakhir, mendorong aparat penegak hukum dan pemerintah untuk terus melakukan upaya pemberantasan korupsi di Papua.

Aksi Brutal KKB Papua Meningkat

Sementara itu, Aksi brutal KKB Papua semakin meningkat di Kabupaten Puncak hingga Yahukimo.

Irjen Mathius D Fakhiri mengakui gangguan keamanan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terus meningkat.

Hal tersebut diketahui setelah pihaknya mencatat perbandingan antara tahun 2020 dengan 2021 dalam rentang bulan Januari hingga Juni ini.

"Memang benar terjadi peningkatan kasus akibat gangguan KKB, yakni tercatat 33 kasus yang terjadi di lima kabupaten," kata Kapolda Fakhiri dikutip dari Antara.

Adapun lima kabupaten yang mengalami peningkatan gangguan oleh KKB Papua.

Berikut daftarnya.

1. Kabupaten Puncak 17 kasus

2. Kabupaten Intan Jaya 9 kasus

3. Kabupaten Mimika 2 Kasus

4. Kabupaten Yahukimo 2 kasus

5. Pegunungan Bintang 2 kasus

Fakhiri mengungkapkan gangguan keamanan yang dilakukan KKB Papua terbanyak yakni kasus penembakan.

Dari kasus tersebut, mengakibatkan 23 orang meninggal, termasuk 10 anggota TNI-Polri dan 9 warga sipil.

"Sedangkan anggota KKB Papua yang tewas tercatat empat orang," tutur Irjen Fakhiri.

Fakhiri mengatakan, pihaknya memprediksi akan terjadi kenaikan kasus dan menjadi ancaman kepada warga sipil.

Karena itu, Fakhiri mengingatkan kepada warga sipil untuk tetap waspada.

Lebih lanjut, ketika ditanya tentang kasus penyalahgunaan senjata api, Kapolda Papua mengaku tercatat ada 10 kasus.

Dari 10 kasus, 5 kasus di antaranya terjadi di Polres Jayapura.

Sedangkan lainnya terjadi di Kabupaten Merauke, Nabire, Boven Digul dan Kab. Puncak Jaya.

Baca berita seputar KKB Papua lainnya