Sosok 2 Pria Terduga Model Foto Panas di Gunung Gede Pangrango Minta Maaf, Berdalih Riset Ekspresi
Sosok dua pria terduga model foto panas di Gunung Gede Pangrango, Cianjur, Jawa Barat, akhirnya terungkap.
SURYA.CO.ID - Sosok dua pria terduga model foto panas di Gunung Gede Pangrango, Cianjur, Jawa Barat, akhirnya terungkap.
Kedua terduga model foto panas berinisial E dan BR itu meminta maaf secara terbuka atas perbuatannya.
Hal ini sesuai tuntutan pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
Sebelumnya BTNGGP bersama masyarakat sekitar kawasan meminta kepada pemilik akun IG @eyi_oei dan @bondanramadhani agar menghapus unggahan foto asusila tersebut dan meminta maaf terbuka.
E dan BR yang juga pemilik akun IG IG @eyi_oei dan @bondanramadhani itu pun meminta maaf.
Baca juga: Biodata & Foto-foto Pesilat Cantik Viral Tendang Elpiji 12 Kg, Hotman Paris Tawari jadi Bodyguard
Baca juga: Profil & Rekam Jejak Mayjen TNI Benny Susianto Staf Jenderal Andika Perkasa, Dimutasi Jadi Irjenad
Permintaan maaf terbuka keduanya disampaikan melalui video dan diunggah ke media sosial.
Dalam video berdurasi 2 menit 5 detik itu, E dan BR menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak, khususnya untuk masyarakat Jawa Barat dan para pendaki Indonesia.
"Mohon maaf kepada yang kurang berkenan dan tidak menyukai postingan saya dan E di Instagram pribadi milik kami, khususnya untuk masyarakat Jawa Barat dan juga teman-teman pendaki Indonesia," kata mereka dikutip dari akun Instagram @prau_mountain, Sabtu.
Di video itu, keduanya juga ingin mengklarifikasi terkait foto bugil yang diunggah ke media sosial.
Menurut mereka, foto tersebut merupakan bagian dari riset ekspresi keduanya yang mengusung tema tubuh dan berekspresi.
Menurut mereka yang ternyata adalah mahasiswa seni, riset ini diharapkan dapat mengubah sudut pandang masyarakat atau orang-orang di sekitar.
"Jadi, nudis yang dimaksud di sini, itu menyuarakan atau protes atau advokasi melalui tubuh yang biasanya disuarakan untuk hak-hak individu atau mungkin perjuangan gender, seperti itu," kata BR.
Meski begitu, mereka mengakui kesalahan atas ketidakcermatan dalam menempatkan dokumen riset tersebut dalam sosial media, khususnya Instagram.
Mereka menyadari bahwa konten foto itu bisa disalahgunakan dan diinterpretasi ulang, sehingga bisa berbeda konteksnya dari yang dimaksud.
"Di sini kami belajar dari kesalahan, sehingga mungkin ke depannya kita dapat lebih baik dan memilah apa yang harus kita posting, serta lebih bijak dalam memosting sesuatu yang mungkin akan menjadi tidak baik nantinya," tutur BR.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/model-foto-bugil-di-gunung-pangrango-cianjur-jawa-barat-akhirnya-meminta-maaf.jpg)