Kanal

Dampak Wabah Virus Corona, Nelayan di Lamongan Kelimpungan Harga Ikan Anjlok Hingga 50 Persen

Aktivitas tempat pelelangan ikan di Lamongan yang jauh berkurang, harga semua jenis ikan anjlok dampak mewabahnya virus Corona, Senin (23/3/2020).

SURYA.co.id | LAMONGAN - Wabah virus corona (Covid-19) berdampak pada semua sendi kehidupan. Tak terkecuali juga para nelayan di pesisir Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Lamongan, karena ekspor ikan laut telah terhenti dan harga ikan laut juga praktis ikut anjlok.

"Saat ini para nelayan sudah tidak lagi bisa menjual ikan hasil tangkapan mereka ke eksportir ikan," kata salah satu nelayan, Muchlisin kepada SURYA.co.id, Senin (23/3/2020).

Upaya agar ikan laku dan dijual ke pasar tradisional, harganya juga tidak terdongkrak. Bahkan rata-rata turun hingga 50 persen.

Istilah yang kini umum di pasaran, ikan tidak laku ekspor karena pabrikan tutup tidak menerima pasokan ikan.

Terungkap, harga rajungan yang sebelumnya Rp 65 ribu per kilo, kini menjadi Rp 35 ribu per kilo. Lobster yang awalnya Rp 300 ribu per kilo, menjadi Rp 100 ribu per kilo. Cumi-cumi sebelumnya Rp 35 ribu per kilo, kini menjadi Rp 15 ribu per kilo.

"Harga ikan-ikan lainnya juga sama, pokoknya rata-rata turun 50 persen dari harga sebelumnya," kata Muchlisin.

Diungkapkannya, semenjak adanya imbauan mengantisipasi penyebaran Covid-19, membuat pasar sepi, karena warga mengurangi aktifitas di luar rumah.

Sehingga para pelanggan dan pembeli enggan untuk membeli ikan hasil tangkapan nelayan.

Situasi tersebut membuat sebagian nelayan memutuskan untuk tidak melaut, karena hasilnya tidak sebanding dengan biasa operasional yang dikeluarkan untuk melaut.

Kalaupun terpaksa melaut karena untuk menymbung kebutuhan dapur. Sehingga memaksa sebagian nelayan tetap melaut.

Ikan tangkapan mereka hanya sebatas dijual ke pasar tradisional saja. Bahkan untuk kirim keluar daerah sudah tidak ada.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Tradisional Indonesia (HNTI), Zamharil mengatakan dampak dari Covid-19 memang sangat besar bagi nelayan di wilayah Pantura Lamongan.

"Semua akses untuk pengiriman ikan keluar negeri ditutup. Bahkan sejumlah perusahaan yang menerima ikan hasil tangkapan nelayan juga sementara tutup, padahal hasil tangkapan ikan sangat melimpah," kata Zamharil.

Kini para nelayan di wilayah Pantura Lamongan hanya bisa pasrah sembari berharap wabah virus corona segera berakhir, sehingga harga ikan laut bisa kembali stabil.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Cak Sur

PNS Wanita Terekam Kamera Saling Serang dan Baku Hantam di Kantor Bupati, Ternyata Pejabat Penting

Berita Populer