Kamis, 9 April 2026

Berita Surabaya

Liponsos Keputih Sudah Overload, Begini Penjelasan Pemkot Surabaya

Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Surabaya telah beroperasi melebihi kapasitasnya atau overload.

Penulis: Delya Octovie | Editor: irwan sy
rorry nurmawati
Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Surabaya telah beroperasi melebihi kapasitasnya. Liponsos yang terletak di Keputih ini tengah dihuni 1.073 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), sedangkan daya tampung idealnya hanya 600 orang.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan Pemkot Surabaya tidak bisa melakukan banyak hal soal kelebihan jumlah penghuni Liponsos ini. Menurutnya, lahan Liponsos memang sudah terbatas, sehingga yang bisa dilakukan oleh pemkot hanyalah menata.

"Lahannya terbatas, tapi kami akan tata," tuturnya ketika ditemui di Balai Kota, Surabaya, Kamis (1/8/2019).

Eri menyebut permasalahan utama adalah rata-rata penghuni Liponsos bukanlah warga Surabaya.

Maka dari itu, Pemkot Surabaya hanya bisa mencari identitas PMKS tersebut, lalu memulangkannya.

"Sebenarnya yang ada di Liponsos rata-rata bukan orang Surabaya. (Liponsos overload) ya sudah, kami kembalikan (ke daerah asal PMKS). Bu wali sering kembalikan. Yang sudah tahu identitasnya, kami antarkan pulang. Yang belum tahu soal identitasnya sendiri, ya belum," ujarnya.

Eri menambahkan, tidak ada rencana penambahan maupun perluasan Liponsos, karena lahannya terbatas.

Bila ingin menambah ruang, pemkot harus mencari lahan lain.

"Tidak ada rencana (penambahan Liponsos). Tapi ada rencana perbaikan, biar lebih layak. Kalau lahan memang terbatas, jadi kalau mau menambah, ya harus keluar dari sana," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, Supomo, mengakui bahwa Liponsos kini dalam keadaan overload.

Padahal, jumlah penghuni Liponsos sudah berkurang banyak dari sebelumnya yang mencapai 1.600 orang.

"Hingga saat ini, penghuni Liponsos mencapai 1.073 orang. Sebanyak 948 orang berada di Liponsos dan 125 orang lainnya sedang menjalani rawat inap, 70 orang di Rumah Sakit Lawang dan 50 orang lagi di Rumah Sakit Menur,” kata Supomo.

Rinciannya, 824 orang Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), 47 orang gepeng, 49 orang lansia, 11 orang anjal, dan 17 orang tindak asusila.

"Sebagian besar dari mereka bukan asli Surabaya, melainkan berasal dari luar kota dan bahkan luar pulau, seperti ada yang dari Aceh, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, Sumatera dan Bengkulu," paparnya.

Meski begitu, pihaknya tidak berani menolak jika ada PMKS dikirim ke Liponsos mukai dari anak jalanan, gelandangan, pangamen, orang gila, hingga Pekerja Seks Komersial (PSK).

Saat ini, sebanyak 1.073 penyandang masalah sosial itu tersebar di lima barak.

Paling banyak adalah Barak A yang diperuntukkan bagi OGDJ, yakni 824 orang.

Mereka tidur di selasar tanpa kamar dan tempat tidur.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved