Lestarikan Budaya, Puluhan Pelajar SMAN di Lamongan Ini Belajar Bikin Batik Sendang
"Ini adalah salah satu langkah kami untuk mengembangkan minat para pelajar untuk melestarikan batik," Kristina Widiastuti
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | LAMONGAN - Puluhan pelajar SMA di Lamongan belajar membatik di sentra batik Lamongan, Desa Sendangduwur, Paciran. Lamongan, Minggu (25/2/2018).
PAra pelajar ini dari SMAN 2 Lamongan yang belajar memnbuat Batik Sendang khas Lamongan.
Para pelajar antusias belajar membatik. Apalagi mereka bisa mengaktualisasikan ide dan kreasinya sendiri.
Apa yang dilakukan para pelajar SMA Negeri 2 ini bukan saja atas dukungan pihak lembaga atau sekolah. Juga dukungan Dinas Koperasi dan UMKM.
"Ini adalah salah satu langkah kami untuk mengembangkan minat para pelajar untuk melestarikan batik," Kristina Widiastuti, guru pembimbing.
Batik Sendang Lamongan bisa dibanggakan, karena pemakainya hampir merata masyarakat wilayah Indonesia.
Menurutnya, selain mengembangkan minat siswa terhadap budaya lokal berupa batik, pihak sekolah juga sengaja mengajak siswanya ke sentra industri batik di Desa Sendangduwur memberikan pengetahuan lebih kepada para pelajar tentang budaya lokal.
Kunjungan di Sendang Duwur ini dilakukan karena batik khas Lamongan ini juga mampu mendorong meningkatkan perekonomian pada desa ini.
Tidak hanya bertahan, tapi berkembang pesat yang patut dibanggakan. Praktik langsung ke sentra industri batik akan memudahkan siswa yang mempunyai bakat dan minat dalam mempelajari proses pembuatan batik.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lamongan, Anang Taufik dikonfirmasi tribunjatim.com, Minggu (25/2) mengungkapkan, di sentra batik Sendang Duwur selain menyediakan sarana belajar membatik, desa ini juga menawarkan batik khas Lamongan yang langsung diproduksi oleh pengrajinnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/batik-sendang_20180225_152912.jpg)