Kepulangan Eks Gafatar
Polisi Pakai Baju Badut Hibur Anak-anak Eks Gafatar
“Untuk itulah kami merasa perlu memberikan hiburan semacam ini,” ujar Kapolres Jombang AKBP Sudjarwoko, di lokasi.
Penulis: Sutono | Editor: Yoni
SURYA.co.id | JOMBANG - Anggota Satlantas Polres Jombang ternyata tak hanya bertugas menegakkan aturan berlalulintas, melainkan juga memberikan hiburan khusus kepada anak-anak eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di penampungan sementara, SMAN 3 Jombang, Senin (25/1/2016).
Tujuannya, guna menghilangkan kejenuhan selama anak-anak dan keluarga berada di penampungan.
Selain menghibur dengan penampilan badut badut berbentuk kuda zebra, para polisi itu juga mengajak anak-anak bernyanyi bersama-sama.
Terdapat tiga ruangan guna menampung empat kepala keluarga (KK) yang berjumlah 19 orang eks Gafatar Jombang.
Anak-anak balita dikumpulkan di salah satu ruangan, kemudian dua badut zebra berlenggak-lenggok menyuguhkan hiburan. Bocah-bocah yang masih polos itu tertawa gembira.
Kapolres Jombang AKBP Sudjarwoko mengatakan, yang dilakukan pihaknya merupakan langkah awal bagi proses penyembuhan trauma terhadap anak eks Gafatar.
“Untuk itulah kami merasa perlu memberikan hiburan semacam ini,” ujar Kapolres Jombang AKBP Sudjarwoko, di lokasi.
Sudjarwoko menambahkan, upaya pendampingan dan pemulihan dari trauma ini bakal dilakukan hingga ada ketentuan lebih lanjut dari forum pimpinan daerah (forpimda) Kabupaten Jombang.
“Atau minimal kita berikan pendampingan hingga mereka kembali kepada masyarakat,” imbuhnya.
Eks Gafatar sebanyak 19 orang itu terdiri dari empat KK (kepala keluarga). Yakni Ibrahim (41) beserta istri, Erma (31), warga Desa Bakalan Rayung, Kecamatan Kudu. Ibrahim juga membawa tiga anak balita.
Kemudian Rudiono (38) beserta istrinya, Dyah (40), warga Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto. Pasangan suami istri ini membawa dua anak.
Ketiga adalah keluarga Masbukhin (50), warga Desa Jatiduwur, Kecamatan esamben. Masbukhin bersama istrinya, Musamah (45) dan empat anak.
Terakhir keluarga Eko Daru Seto (33), warga Desa Mojokambang, Kecamatan Bandarkedungmulyo. Eko membawa istrinya, Juriah (29), serta dua anak balita.
Sebelumnya, empat KK tersebut berada di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar).
Mereka kembali ke kampung halaman karena permukiman tempat mereka tinggal dibakar massa.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/badut-polisi-jombang-eks-gafatar_20160125_134521.jpg)