Gulingkan Soedjatmiko, Kelana Ketua Baru DPD Hanura Jatim
Pemilihan ketua DPD yang memakan waktu lima jam itu akhirnya mengantarkan Kelana dengan meraih 18 dukungan DPC.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Anggota DPC Hanura Kota Pasuruan, Kelana Aprilianto, memimpin DPD Hanura Jatim periode 2015-2020. Pengusaha yang berangkat bukan dari pengurus partai ini berhasil menggulingkan incumbent Soedjatmiko.
Kelana sendiri terpilih secara aklamasi setelah ditetapkan sebagai calon tunggal dalam pemilihan ketua DPD Hanura dalam forum Musda II di Hotel Pullman Surabaya.
Pemilihan ketua DPD yang memakan waktu lima jam itu akhirnya mengantarkan Kelana dengan meraih 18 dukungan DPC.
Sementara Soedjatmiko meraih 11 dukungan DPC. Sebanyak 9 DPC memilih abstain.
"Kalau saja Pak Jat (Soedjatmiko) mendapat dukungan 12 DPC saja, ceritanya akan lain. Akan ada pemungutan suara dan sengit," ucap Ony Fillipus, Ketua DPC Hanura Surabaya.
Sebelum terpilih secara aklamasi, proses pemilihan ketua DPD partai ini berlansung alot dan penuh intrik. Dibutuhkan waktu 6 jam. Itu pun gagal terjadi pemungutan. Begitu dibuka sidang dengan agenda pemilihan ketua DPD, tidak lantas lancar.
Apalagi saat mensyaratkan bakal calon yang sudah direkomendasi DPP harus didukung minimal 30 persen suara dari 38 DPC yang ada di Jatim.
Artinya minimal harus ada dukungan 12 DPC untuk bisa ditetapkan sebagai calon ketua DPD. Baru diadakan pemungutan suara.
Ada 43 total suara yang berhak memilih. Selain 28 DPC, 2 dari DPP dan 3 dari organisasi sayap dan pemuda Hanura.
Namun saat pencalonan ini saja, tiba-tiba ada 52 dukungan DPC. Sebanyak 28 mendukung Kelana dan 24 mendukung Soedjatmiko.
Oleh pimpinan sidang dan forum Musda meminta veriilfkasi. Proses ini pun berlangsung lama dan tegang. Situasi memanas karena disepakati dilakukan klarifikasi langsung kepada ketua dan sekertaris. Baru pada pukul 15.30, semua terklarifikasi bahwa ada dukungan ganda.
Setelah itu akhirnya diketahui bahwa dari 38, sebanyak 18 DPC mendukung Kelana. Sementara 11 DPC mendukung Soedjatmiko dan 9 abstain. Karena tak memenuhi sarat 30 persen, Kelana secara aklamasi terpilih sebagai ketua DPD menggantikan Soedjatmiko.