Rabu, 8 April 2026

Pendidikan Menengah di Surabaya

Ratusan Murid SMK Pawiyatan Terhambat Surat Keterangan Lulus

#SURABAYA - Ratusan murid kelas XII SMK Pawiyatan menduga pihak sekolah menghambat mereka menerima Surat Keterangan Lulus.

Penulis: Magdalena Fransilia | Editor: Yuli
magdalena fransilia
Tantri Dwi Pratiwi (kiri baju pink) dan Septin Dwi Remaningsih, siswa kelas XII jurusan multimedia SMK Pawiyatan menunjukkan berkas keterangan dari sekolahnya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ratusan murid kelas XII SMK Pawiyatan di Jalan Tangkis Turi, Surabaya, menduga pihak sekolah menghambat mereka menerima Surat Keterangan Lulus (SKL) usai pengumuman kelulusan pada 15 Mei 2015.

SKL berfungsi sebagai pengganti ijazah sementara bagi siswa untuk melamar pekerjaan atau sebagai syarat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Hal ini diakui oleh Tantri Dwi Pratiwi siswa kelas XII jurusan multimedia.

"Saya belum terima SKL karena sekolah minta bukti pembayaran uang sekolah dan bukti daftar ulang itu dikumpulkan untuk direkap," ungkapnya pada Surya, Rabu (27/5/15).

Ia mengaku sudah melamar pekerjaan sebagai SPG pusat perbelanjaan dan terus dimintai SKL oleh pihak tempatnya bekerja.

Dana Sutoyo (30) wali murid Tantri mengatakan uang Sumbangan Operasional Sekolah (SOS) atau uang SPP Tantri Rp 60 ribu kali 6 bulan dan uang daftar ulang naik kelas XII sebesar Rp 450 ribu diminta lagi oleh sekolah.

“Bukti pembayaran itu tidak dikembalikan lagi ke murid. Uang daftar ulang juga sudah di cicil kurang Rp 100 ribu, tetapi sekolah bilang kurang Rp 250 ribu,” ungkapnya.

Kamis (21/4/15) Tantri mengaku datang ke kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya bersama 5 orang siswa multimedia lainnya.

Mereka diterima petugas sekretariat dan direkomendasikan untuk menyelesaikan masalah itu secara internal lebih dulu.

"Dia bilang akan ditindak lanjuti, tapi sampai sekarang belum ada respons," kata Tantri.

Siswa lainnya, Septin Dwi Rrmaningsih yang juga teman sekelas Tantri mengatakan ia dan 40an orang teman sekelasnya juga belum medapat SKL.

“Kami belum dapat, padahal sudah bayar ke bendahara lama. Uang daftar ulang saya kurang Rp 50 ribu, tapi malah dikatakan belum bayar sama sekali,” tuturnya.

Di jurusan multimedia, sedikitnya ada 43 siswa yang belum menerima SKL. Septin mengatakan kemungkinan besar kondisi ini juga dialami teman di jurusan lainnya seperti administrasi perkantoran, akuntansi, dan rekayasa perangkat lunak. Jumlah murid di tiap jurusan bervariasi.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Waka Humas Catur Haris Suryawan menampik jika sekolah mempersulit siswanya mendapat SKL.

Menurutnya sejak pergantian kepala sekolah baru pada Maret 2015 banyak rumor bahkan fitnah yang menyudutkan kepengurusan sekolah yang baru itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved