Jumat, 10 April 2026

Eksklusif Pagebluk TB

Enam Bulan Konsumsi Obat, Divonis Derita TB Kebal Obat

Ia harus datang setiap hari ke RS dan ada belasan hingga puluhan tablet yang harus diminum.

surya/habibur rohman
Sejumlah pasien penderita TB minum obat bersama di Gazebo Poli TB MDR di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Selasa (24/3/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setumpuk obat yang harus diminum setiap hari kerap membuat Abu Bakar linglung.

Ia pernah keliru masuk rumah tetangga. Di saat lain, tiba-tiba ia impoten. Untuk yang satu ini, Abu terpaksa melabrak para dokter yang merawatnya.

Meski bukan perawat atau dokter, Abu Bakar (58) hampir setiap hari berada di Poli TB RSUD Soetomo, tepatnya di gazebo di depan poli.

Itu karena ia harus mendampingi para pasien yang berobat setiap hari.

Di gazebo ini, ada ratusan pasien yang juga wajib datang setiap hari, karena menderita TB Multiple Drugs Resistant (MDR), jenis penyakit TB kebal obat, yang butuh penanganan khusus dalam waktu panjang.

Rata-rata, mereka harus berobat selama sekitar dua tahun. Dalam rentang waktu itu, mereka harus datang setiap hari ke gazebo untuk antre obat (belasan hingga puluhan butir pil) dan kemudian meminumnya sekaligus, rutinitas yang menyiksa dan membosankan.

Nah, pasien bosan minum obat inilah yang menjadi garapan. Abu tahu betul bahwa bosan dan frustrasi minum obat adalah musuh terbesar penderita TB.

Abu menderita TB jenis biasa pada 2007, saat ia berumur 50 tahun. Ia kerap batuk-batuk dan mengobatinya dengan obat biasa.

Tapi, karena tak kunjung sembuh, ia ke puskesmas. Dokter memberinya obat, namun sampai enam bulan, batuk tetap saja membandel.

Ia berobat ke ke RSUD Dr Soetomo, setelah ke RS swasta di Surabaya tak membawa hasil.

Sejak 2008, ia berobat rutin di Poli TB sampai empat bulan kemudian keluar diagnosa yang memastikan bahwa ia kena TB kebal obat.

“Saat itu belum ada tes dahak riak untuk mengetahui jenis penyakit TB,” ujar Abu yang berada di tengah-tengah para penderita TB di gazebo Poli TB RSUD Dr Soetomo.

Berbeda dengan sekarang, tes dahak riak menjadi prosedur diagnosa paling umum. Lewat tes ini, dua jam kemudian sudah bisa diketahui hasilnya.

Sejak dipastikan menderita TB kebal obat, Abu harus menjalani perawatan khusus.

Ia harus datang setiap hari ke RS dan ada belasan hingga puluhan tablet yang harus diminum.

Sumber: Surya Cetak
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved