Mangga Podang Kediri Ekspor Singapura dan Malaysia
"Hanya buah mangga podang yang bagus saja yang kami setor untuk diekspor bersama mangga gadung."
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA Online, KEDIRI-Petani mangga podang tahun ini bersuka cita. Masalahnya harga mangga tetap bertahan di level tinggi sejak awal panen hingga saat ini. Selain itu mangga podang telah mampu menembus pasar ekspor ke Singapura dan Malaysia.
Di tingkat pedagang Pasar Grosir Banyakan, Kabupaten Kediri, harga mangga podang kualitas satu tetap bertahan di kisaran Rp 8.000 - Rp 8.500 per kg. Level harga ini mengalahkan harga mangga gadung yang ada di kisaran Rp 6.000- 8.000 per kg.
Tetap bertahannya harga mangga podang tidak terlepas dari musim buah mangga yang tidak berlangsung bersamaan. Daerah penghasil mangga podang tersebar di wilayah Kecamatan Mojo, Semen, Banyakan, Grogol dan Tarokan.
Pada awal musim panen yang berbuah lebih dahulu wilayah Banyakan dan Grogol. Kemudian disusul Semen, Mojo serta Tarokan. Buah mangga podang gunung ini menjadi buah khas Kabupaten Kediri serta banyak ditanam di kawasan lereng pegunungan Wilis.
Karena berada di wilayah pegunungan buah mangga podang gunung saat masak di pohon warnanya menjadi kuning kemerahan. Warna buah yang khas inilah yang banyak mengundang selera untuk mencicipi mangga podang.
"Musim buah mangga tahun ini memang harganya lebih baik. Karena musim buah mangga tidak terjadi secara bersamaan sehingga harganya tidak sampai jatuh," ungkap Jumari (48) pedagang grosir Pasar Buah Banyakan.
Karena harganya di Kediri dan daerah sekitarnya masih bagus, mangga podang tidak banyak dijual ke luar provinsi.
"Dijual di sekitar Kediri saja harganya masih Rp 8.000 per kg, kalau dijual di Jakarta hanya dihargai Rp 6.000 per kg," tambahnya.
Sedangkan buah kualitas yang terbaik dikirim untuk di ekspor ke Singapura dan Malaysia. "Hanya buah mangga podang yang bagus saja yang kami setor untuk diekspor bersama mangga gadung," tambahnya.
Jumari secara rutin memasok buah mangga podang dan mangga lainnya ke pedagang pengepul yang ada di Jombang. Selanjutnya dari Jombang dikirim untuk di ekspor ke Singapura dan Malaysia.
Harga buah mangga sendiri masih tetap bertahan di level atas karena hingga bulan November ini masih musim kemarau. Biasanya harga buah termasuk mangga bakal berangsur turun bersamaan dengan datangnya musim penghujan dimana banyak musim lalat.
Pasar Buah Banyakan pada musim buah saat ini menjadi tempat transaksi pedagang eceran dengan pedagang grosir. Buah yang banyak diperjual belikan selain mangga podang juga mangga
gadung, kopyor, madu, manalagi serta lalijiwo.
Sementara khusus mangga podang ada dua jenis yang banyak ditanam masyarakat seperti podang urang dan podang lumut. Namun kedua jenis mangga podang itu punya bentuk, rasa dan tekstur buah yang hampir sama. "Rasanya manis tapi ada sedikit asamnya," tambah Wiji.
Untuk diversifikasi produk olahan mangga podang sebenarnya sudah ada produsen kripik mangga podang dan mangga madu. Hanya saja para petani lebih suka menjual buah segar daripada menjual ke home industri kripik buah.
"Kalau harga mangga masih tinggi biasanya lebih untung kalau dijual buahnya. Namun kalau harga mangga sudah jatuh biasanya baru dikirim untuk dibuat kripik buah," tambah Satirin, pedagang lainnya.