Penembakan Polisi

Ungkap Penembak Sukardi, Polri Gandeng BIN

Keyakinan tersebut didasarkan pada keberhasilan pihaknya dalam mengungkap 90 persen kasus terorisme.

SURYA Online, JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo menyatakan pihaknya bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara dan TNI untuk mengungkap kasus penembakan yang menewaskan Aipda Anumerta Sukardi.

"Bekerja sama dengan stakeholder lain, kami dapat pasokan intelijen dari BIN dan TNI," kata Timur di Jakarta, Senin (16/9/2013).

Ia mengatakan kasus penembakan Sukardi berbeda dengan beberapa kasus penembakan polisi yang terjadi sebelumnya.

"Kalau penembakan sebelumnya, pelaku sudah jelas, kami menunggu tim yang sudah dibentuk untuk melakukan penangkapan, tapi untuk kasus Sukardi, mohon untuk sabar," katanya.
    
Meski demikian, Timur optimistis pihaknya bisa mengungkap kasus tersebut.

Keyakinan tersebut didasarkan pada keberhasilan pihaknya dalam mengungkap 90 persen kasus terorisme.

Namun pihaknya mengakui bahwa proses penyelidikan kasus terorisme itu membutuhkan waktu yang lama.
    
Sampai saat ini pihaknya belum memutuskan apakah kasus Aipda Sukardi tergolong terorisme atau bukan.

Sebelumnya Aipda Anumerta Sukardi tewas ditembak pengendara motor di depan Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2013) sekitar pukul 22.20 WIB.

Ketika itu Sukardi sedang mengawal enam truk bermuatan elevator parts. (antara)
    

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved