Mahasiswa UM Tewas Tenggelam di Kolam Lembah Dieng
Dari hasil penyelidikan sementara, kepolisian menduga kejadian tersebut murni kecelakaan
Penulis: Eben Haezer Panca | Editor: Rudy Hartono
Pemuda asal Dusun Cikalan, Desa Pucanganak, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek ini, diduga tewas tenggelam karena kurang mahir berenang. Dihubungi tengah malam tadi, Kapolsek Dau, Kompol Zein Mawardi membenarkan hal tersebut.
Dijelaskan Zein, insiden itu bermula ketika Bayu datang bersama tiga temannya untuk berenang. Mereka masing-masing ialah Yasir (25), warga Jl Terusan Surabaya, Kecamatan Klojen, Kota Malang ; serta Eko Nur Hadiansyah (18) dan Harianto (18) asal Dusun Domerto, Desa Tawin, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek. “Mereka tiba di kolam sekitar pukul 16.30 untuk berenang,” kata Zein.
Dari keterangan sejumlah saksi yang dihimpun Polsek Dau, setelah tiba di kolam renang, ketiga temannya itu langsung menceburkan diri ke dalam kolam. Sedangkan Bayu, tetap berada di tepian kolam untuk menjaga barang-barang mereka. “Baru setelah tiga temannya keluar dari air, korban ini ganti masuk ke kolam dan berenang sendirian,” imbuhnya.
Saat itulah, Bayu lepas dari pengawasan teman-temannya. Sekitar sejam kemudian, mereka tersadar bahwa Bayu sama sekali tak terlihat di antara mereka. Merasa ada yang tidak beres, dengan dibantu sejumlah petugas kolam renang mereka mulai melakukan pencarian. “Baru setelah itu korban ditemukan ada di dasar kolam renang sedalam kira-kira empat meter. Setelah itu korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RS Melati Husada untuk mendapat perawatan darurat. Tapi karena nyawanya tak tertolong, jenazahnya dipindahkan ke kamar mayat RS Saiful Anwar untuk divisum,” urai Zein lagi.
Dari hasil penyelidikan sementara, kepolisian menduga kejadian tersebut murni kecelakaan. Sebab saat dilakukan visum, di jasad Bayu sama sekali tak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Kendati demikian, polisi akan masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan memanggil sejumlah saksi lainnya. “Kata teman-temannya, korban ini sebenarnya bisa berenang tapi masih kurang mahir,” pungkasnya.
Sementara itu, setelah menjalani visum luar di RSSA jenazah Bayu langsung diambil oleh keluarganya yang menolak proses otopsi. Sekitar pukul 00.30 WIB, keluarga Bayu telah mengambil jenazah dan membawanya pulang ke rumah duka di Trenggalek.