Selasa, 7 April 2026

Ongkos Bayi Tabung Kini Rp 15 Juta

SURABAYA |SURYA- Kabar gembira bagi pasangan yang berniat mencoba program bayi tabung. RSU Dr Soetomo mulai membuka program bayi tabung dengan biaya lebih rendah. Setiap pasangan atau keluarga hanya perlu menyiapkan dana antara Rp 15 juta sampai Rp 20 juta. Harga ini dinilai yang paling murah sepanjang sejarah. Tidak hanya murah, tetapi juga efisien dan terjaga profesionalitasnya. Sebab, ditangani tim dokter ahli dari rumah sakit terbesar di Indonesia Timur itu. Cukup datang ke klinik berdua ke klinik Vertilitas di Graha Amerta RS Dr Soetomo, pembuahan atau embrio bakal janin sudah bisa langsung diproses. "Biaya bisa ditekan seiring dengan makin canggih dan bertambahnya kemampuan para ahli. Obat bisa diminimalisasi dan memonitornya cukup dengan USG,” ujar Koordinator Klinik Vertilitas, dr Hendy Hendarto Phd SpOG (K), dalam seminar di Graha Amerta RSU Dr Soetomo, Surabaya, Minggu (19/12). Selama ini, untuk membuat bayi tabung relatif mahal dan harus ke luar negeri seperti Singapura. Tentu ini yang mampu rata-rata dari kalangan berada. Program bayi tabung berbiaya murah ini bisa dijalankan bulan ini. “Kualitas dan kemungkinan berhasilnya bayi tabung ini sama dengan pembuahan normal. Probabilitasnya 35 persen,” jelas Hendy kembali. Bayi tabung adalah bayi yang dihasilkan dari rahim ibu. Namun, sebelum lahir embrio atau bakal janin hasil pembuahan tidak terjadi di dalam rahim. Sperma diambil dari pasangan laki-laki lebih dulu dipertemukan dengan sel telur dari pasangan perempuan. Keduanya dimasukkan ke tabung di laboratorium klinik vertilitas. Setelah terbentuk embrio, bakal janin ini disuntikkan ke rahim sang ibu. Hanya butuh waktu tiga sampai lima hari untuk menjadi embrio. “Sperma kita pilih yang terbaik, yang gesit dan utuh (badan sampai kaki sperma). Ini hanya terlihat dengan mikroskop. Sel telur kita ambil saat masa subur pasangan perempuan,” lanjut Hendy. Dalam seminar kemarin sejumlah pasangan antusias untuk memproses bayi tabung. Salah satunya seorang perempuan datang dari Blora, Jateng. Dia mengaku tertarik menjajal program ini. "Saya jadi ingin mencoba karena biayanya terjangkau," ujar karyawan swasta yang sudah lima tahun menikah itu. Selama ada klinik vertilitas, semakin banyak pasangan yang datang ke klinik di RS Dr Soetomo. Selama ini, ada sekitar 10 pasien yang datang ke klinik setiap bulan. Selama ini selain dari wilayah Jatim dan sekitarnya, mereka berasal dari Makassar, Kalimantan dan Jambi. "Kalau dari luar kota, pemeriksaan atau pembuatan bayi tabung bisa di Surabaya. Pemeriksaan bisa di rumah asal. Ini semata-mata untuk memberi layanan kepada semua kalangan. Sebab, bayi tabung tidak masuk dalam asuransi," ungkap Hendy. Dianjurkan, pasangan di bawah usia 35 tahun sebaiknya merencanakan bayi tabung jika memang diketahui ada ketidaksuburan. Program bayi tabung Indonesia pertama kali dilakukan di Jakarta pada 1990, disusul Surabaya pada 1991. Sementara bayi tabung di dunia pertama pada 1978. fai
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved