Hindari Fitnah, Kijang 'Sakti' Dicarikan Pasangan
Bangkalan - Surya- Kijang 'sakti' yang berhasil ditangkap warga Dusun Tenggin, Desa Tabaddung, Kecamatan Klampis, bakal dicarikan pasangan. Dua ekor kijang jantan dan seekor betina telah ditemukan untuk dijadikan pasangan kijang 'sakti' yang berjenis kelamin jantan itu.
Kades Abd Azis mengemukakan, hingga saat ini, warga masih berdatangan hanya untuk sekadar melihat dari dekat kebenaran informasi kijang yang diisukan sebagai binatang jelmaan itu. “Bukan hanya warga saya, beberapa warga desa sekitar ramai-ramai melihat kijang ini,” tuturnya.
Ketiga kijang yang akan disandingkan dengan kijang yang ditangkap warga, Jumat (12/11) dini hari lalu, adalah milik kerabatnya asal Arosbaya, Bay Arifin. “Ukurannya lebih kecil dari kijang yang ada di rumah,” ujarnya. Diharapkan nantinya, masyarakat setempat dan sekitar tidak lagi beranggapan terlalu berlebihan terhadap kijang yang dalam proses penangkapannya telah membuat celurit dan pisau warga patah ketika ditebaskan ke tubuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun Tenggin menangkap seekor kijang yang berkeliaran dekat permukiman. Warga menduga kijang itu sebagai makhluk jadian karena di wilayah itu bukan habitat kijang. Ditambah lagi, kijang itu tak mempan dibacok. Menurut Abd Azis, sudah ada yang menawar kijang itu Rp 3 juta. "Siapa dan dari mana ia tidak mengaku. Namun, tidak saya turuti biar fitnah tidak tambah besar,” jelas Abd Azis yang juga enggan mengembalikan kijang tersebut ke habitatnya dengan alasan serupa.
Terpisah, Kepala Resort Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumenep, Bambang Harsono menerangkan, kijang tersebut bisa dijumpai di hutan rakyat yang terletak di Kecamatan Geger. Ada pun Kecamatan Klampis, tempat tertangkapnya hewan tersebut, berbatasan dengan Kecamatan Geger. “Di situ memang ada habitat kijang. Namun jumlah sangat sedikit. Selain kijang ada juga habitat kera,” jelasnya.
Paranormal, Gus Ajis, 43, warga Desa Petaonan, Kecamatan Socah menepis anggapan kijang itu hewan jadian. "Tidak ada ceritanya kijang dijadikan sarana mencari pesugihan atau keperluan magis lainnya,” jelasnya ketika dihubungi Surya. Hewan jadian yang lazim di Madura adalah sebangsa pok-kopok (kelelawar), babi, dan ular.st32
KOMENTAR