Rabu, 8 April 2026

Heboh Video Mesum, Ajakan Telepon Seks Bertebaran

JAKARTA -SURYA – Operator telepon premium diduga memanfaatkan momen heboh video mesum Ariel untuk menggaruk uang masyarakat. Mereka menebarkan nomor telepon seks (phone sex) melalui SMS. Sejumlah remaja terpancing menelepon, bablaslah pulsa hingga ratusan ribu rupiah. “Hujan-hujan gini enaknya bercinta nih say. Kamu mau gak bercinta sama Kiky? Aku lagi horny (bernafsu) nih say. Kalo mau, hubungi (call) aku ya di 08091000XXX. Aku tunggu lo.” Begitu pesan singkat (SMS) menggunakan salah satu operator telepon biasa yakni 08588882XXXX. Heri, 15, warga Bintaro mengaku mendapat SMS bernada ‘mengajak’ berhubungan intim itu pada Senin (14/6) Pkl. 10:15 WIB. “Tapi setelah saya menelepon cewek mengaku bernama Kiky itu, pulsa saya tersedot Rp500 ribu. Suaranya memang mendesah-desah begitu,” jelas Heri, Selasa (15/6). Menurut Heri, ternyata pengirim itu menipunya dengan menjanjikan kencan dengan gadis menggairahkan. Tapi begitu nomor premium call itu dihubungi, ternyata begitu derasnya menyedot pulsa. Menanggapi modus baru menebar promosi telepon seks tersebut, pakar IT Ruby Alamsyah mengemukakan bisa jadi merupakan nafsu besar operator telepon seks untuk menjebak pengguna telepon seluler setelah mereka begitu gencar melalui media massa. “Mereka menyebarkan nomor premium itu menggunakan operator telepon yang sudah ada sehingga terkesan bukan merupakan telepon premium. Kalau dilihat dari nomor premium berawalan 0809, itu nomor Indonesia. Gampang melacak siapa pemiliknya,” ujarnya. Karena mudah melacak, dia mengemukakan pihak Ditjen Postel semestinya bertindak proaktif untuk menindak. “Bisa mencabut nomor yang disalahgunakan untuk telepon seks. Kalaupun nomornya ternyata dari luar negeri, Ditjen Postel bisa membloknya kok,” tegasnya. Ruby mengutarakan proaktifnya Depkominfo untuk menindak telepon premium seks tersebut di samping mencegah pengurasan pulsa konsumen, juga mencegah publik semakin terjebak dalam wacana mesum. “Sebaiknya Depkominfo melalui Ditjen Postel mengadukan kasusnya ke polisi,” cetusnya. Menanggapi beredarnya SMS berisi ajakan menghubungi telepon seks tersebut, Menteri Komunikasi dan Informasi Tiffatul Sembiring menyatakan segera melakukan tindakan. “Tolong kirim ke SMS tersebut,” ujarnya kepada Pos Kota, tadi malam. Sedangkan Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat (Humas) Depkominfo, Gatot S Dewa Broto mengimbau warga melapor ke polisi. “Kasus seperti ini delik aduan. Jadi, jika ada warga melapor karena dirugikan provider, maka berdasarkan laporan polisi itu kami akan menegur provider secara tertulis. Jika tiga kali teguran tertulis tidak diindahkan, maka kami akan cabut izin provider tersebut,” tuturnya kepada Pos Kota. Gatot mengakui, kasus seperti ini pernah terjadi baru-baru ini. Pihaknya menerima laporan banyak warga dirugikan karena pulsanya tersedot ratusan ribu rupiah akibat rayuan gombal. LELAKI ISENG Soal telepon seks tersebut, bintang film Jenny Cortez mengaku pernah ada yang mencatut nama dan nomor telepon genggamnya. “Waktu itu banyak banget lelaki iseng yang telepon saya dengan nada jorok dan aneh-aneh, bahkan ada juga yang ngajak aku cek in. Ih jijik deh aku,” tutur bintang film Pemburu Hantu The Movie ini. Dia juga menceritakan sang peneror seks itu pernah menanyakan tarif kencan terhadap dirinya. “Kamu yang foto-foto syurnya beredar di internet kan, tarifnya berapa? Aku mau dong? Akhirnya aku jawab aja, maaf ya pak, saya bukan orang seperti itu, saya memang berpose seksi, tapi itu dalam akting sebuah film,” ujarnya. aby/mia/aw/Pos Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved