Terminal Joyoboyo Turun Kelas

SURABAYA - Surya- Terminal Joyoboyo sebenarnya berkapasitas sebagai jalur angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Namun, fungsi ini tak berjalan maksimal. Karenanya, Pemkot Surabaya akan menurunkan fungsi terminal ini dari tipe B menjadi tipe C. Kadishub Surabaya Eddi, Rabu (26/5), menjelaskan, terkait penurunan fungsi terminal seluas 11.134 m2 ini, level pelayanan angkutan di Joyoboyo juga diturunkan. Berdasarkan Kepmenhub 31/1995 tentang Terminal Transportasi Jalan, Terminal Joyoboyo yang bertipe B ini semestinya mampu melayani kendaraan umum AKDP hingga pedesaan. Dengan diturunkan menjadi tipe C, maka Joyoboyo hanya mampu melayani kendaraan umum di sekitar Surabaya. Hingga kini, Terminal Joyoboyo melayani sekitar 16 jalur lin angkot dan bus jurusan Purabaya-Joyoboyo. Sedangkan AKDP yang masuk hanya bus jurusan Surabaya-Mojokerto. “Yang lain sudah tidak masuk," tambah Irvan Wahyudrajad, Kabid Sarana dan Prasarana Dishub. Karena Terminal Joyoboyo tidak efisien, maka Dishub akan lebih mengoptimalkan terminal lain yang menjadi jalur AKDP maupun Antar kota Antar propinsi (AKAP), yakni terminal tipe A seperti Purabaya dan Osowilangun. “Untuk kendaraan umum AKDP dan AKAP akan difokuskan di pinggiran kota, seperti dua terminal itu. Sedangkan terminal tipe C lain, termasuk Joyoboyo akan menjadi feeder atau pengumpan dari terminal lain,” tegas Eddi. Mengenai proses penurunan fungsi terminal, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemprov Jatim, dalam hal ini Dishub dan LLAJ Jatim. Pihak pemprov telah mengajukan permohonan penurunan tipe Terminal Joyoboyo ke Menhub di Jakarta. Setelah Joyoboyo menjadi terminal tipe C, maka tipe B akan diplot untuk Terminal Tambakwedi yang sedang dibangun. Terminal ini dipilih karena mampu menjadi pangkalan kendaraan umum dari Madura. “Apalagi, sudah ada Jembatan Suramadu, sehingga nantinya bus dari Madura bisa masuk ke Tambakwedi,” ujarnya. Sementara itu, Wali Kota Surabaya Bambang DH tak menampik dengan adanya penurunan tipe pada Terminal Joyoboyo. Hanya saja secara teknis pihaknya kurang memahami hal ini. “Yang pasti, dengan adanya penurunan tipe ini, maka diharapkan pelayanan pada masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya.nsda
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved