Dalami Dugaan Prostitusi, Polisi Amankan 8 Orang Usai Gerebek Hotel di Kayoon Surabaya

"Masih dalam penyelidikan, dugaannya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)," ujar Rina saat dikonfirmasi.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Deddy Humana
Polrestabes Surabaya
LOKASI TPPO - Sebuah hotel budget di Jalan Kayoon, Surabaya digerebek polisi, Minggu (3/8/2025), atas dugaan kasus TPPO. 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Hotel budget di kawasan Jalan Kayoon Surabaya, yang tidak jauh dari Delta Plaza, digerebek polisi, Minggu (3/8/2025) dini hari.

Penggerebekan tersebut dilakukan oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Sejumlah orang kabarnya telah diamankan dalam operasi tersebut.

Belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait jumlah orang yang diamankan. Sumber internal dari lingkungan kepolisian menyebut, penggerebekan itu merupakan kelanjutan atas laporan dugaan praktik prostitusi terselubung. Proses interogasi masih berlangsung hingga sore.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanty Nainggolan, membenarkan penggerebekan tersebut. Ia mengatakan, penyidik PPA masih mendalami dugaan keterlibatan sejumlah pihak. 

"Masih dalam penyelidikan, dugaannya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)," ujar Rina saat dikonfirmasi.

Seorang resepsionis hotel berinisial AN yang ditemui mengaku memang ada polisi datang ke tempatnya bekerja. Namun, ia mengaku tidak tahu pasti maksud dan tujuan penggerebekan. 

"Kurang paham. Saya baru datang, dan baru ganti shift. Kebetulan yang jaga semalam masih di polres," katanya.

Pantauan di lokasi, suasana hotel tampak cenderung sepi. Aktivitas berjalan seperti biasa, dengan beberapa tamu terlihat keluar masuk lobi. Tidak tampak penjagaan khusus di bagian depan atau sekitar pintu masuk hotel.

Munir, seorang tukang tambal ban yang biasa mangkal di sebelah hotel, menyatakan penggerebekan terjadi sekitar pukul 00.00 WIB. 

Ia menyaksikan ada delapan orang yang dibawa oleh petugas kepolisian. "Sekitar pukul 00.00 WIB. Ada yang dibawa polisi, empat pria dan empat wanita, jadi tootal delapan orang," kata Munir.

Menurut Munir, sebelum penggerebekan suasana hotel memang cukup ramai. Tamu kerap datang silih berganti, terutama menjelang malam. 

Namun setelah kejadian itu, suasana mendadak sepi dan berbeda dari biasanya. "Biasanya ramai, hari ini sepi, gak ada orang. Mungkin takut terus lari semua," tutur Munir. 

Ia juga menyebut wajah orang-orang yang diamankan cukup familiar dan sering terlihat menyewa kamar di hotel tersebut. *****

 

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved