Kamis, 28 Mei 2026

Bedah Buku Densus 88 di UMSurabaya : Kampus Jadi Ruang Kritis Bahas Pembubaran Jamaah Islamiyah

Universitas Muhammadiyah Surabaya bersama Densus 88 Anti Teror Polri menggelar bedah buku “JI: The Untold Story” Irjen Pol Sentot Prasetyo S.I.K

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sulvi Sofiana
BEDAH BUKU - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya mengikuti bedah buku “JI: The Untold Story (Perjalanan Kisah Jamaah Islamiyah)” karya Irjen Pol Sentot Prasetyo, S.I.K, yang berlangsung di Auditorium UMSurabaya, Kamis (31/7/2025). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya bersama Densus 88 Anti Teror Polri menggelar bedah buku “JI: The Untold Story (Perjalanan Kisah Jamaah Islamiyah)” karya Irjen Pol Sentot Prasetyo S.I.K, Kamis (31/7/2025). 

Kegiatan ini, menjadi bagian dari literasi kebangsaan dan kontra narasi terhadap radikalisme melalui pendekatan ilmiah yang terbuka.

Bedah buku yang berlangsung di Auditorium UMSurabaya ini, dihadiri ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, dosen serta tokoh masyarakat.

Forum ini dirancang untuk membuka ruang diskusi kritis terkait sejarah, transformasi, dan pembubaran Jamaah Islamiyah (JI) sebagai salah satu organisasi radikal yang pernah berkembang di Indonesia.

Wakil Rektor UMSurabaya, Radius Setiyawan, membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya peran kampus dalam membedah fenomena sosial dan sejarah keagamaan secara objektif.

"Pembubaran JI bukan hanya isu keamanan, melainkan juga bagian dari dinamika sosial-keagamaan yang harus dikaji secara akademik. Kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan narasi yang mencerahkan," ujarnya.

AKBP Joko Dwi Harsono dari Densus 88 AT Polri yang memandu jalannya bedah buku, memaparkan isi buku secara komprehensif. 

Buku ini diposisikan bukan sekadar dokumentasi sejarah, tetapi juga sebagai kontra narasi atas propaganda ideologi kekerasan yang berkembang di ruang publik.

Dalam sesi diskusi, pengamat terorisme dan penulis buku “NII sampai JI dan JI sampai NKRI”, Dr Solahudin membahas transformasi ideologi Jamaah Islamiyah dari gerakan transnasional hingga keputusan resmi pembubarannya.

Perspektif lain disampaikan oleh Imtihan, mantan anggota Dewan Fatwa Jamaah Islamiyah, yang memberikan refleksi mendalam atas perjalanan kelompok tersebut. 

Ia mengakui, bahwa banyak kader JI dulu meyakini perjuangan melalui kekerasan, padahal Islam justru mengajarkan jalan damai. 

"Kini saatnya generasi muda belajar dari kesalahan masa lalu, agar tidak mengulangnya. Saya mengapresiasi UMSurabaya atas ruang terbuka yang disediakan untuk berdiskusi," ucapnya.

Dari sisi akademik, Dr Thoat Stiawan, S.H.I., M.H.I. yang mengulasnya dari perspektif Studi Islam, serta Satria Unggul Wicaksana Prakasa, S.H., M.H. yang membahas aspek hukum dan perundang-undangan terkait pembubaran organisasi radikal.

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved