Senin, 4 Mei 2026

DJ Diduga Keroyok Pelayan Klub Malam di Surabaya, Emosi Pacar Didekati

Seorang waiter di klub malam di Surabaya, Dicky Wildan Santoso, diduga dikeroyok oleh disk jockey dan MC hingga tulang rahang retak

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tony Hermawan | Editor: irwan sy
tony hermawan/surya.co.id
LAPOR POLISI - Dicky Wildan Santoso (kiri) bersama pengacaranya, Bily Risky Ardo Pradana Putra melaporkan dugaan penganiayaan. Seorang waiter freelance di klub malam di Surabaya, Dicky Wildan Santoso, diduga dikeroyok oleh disk jockey dan MC hingga tulang rahang retak pada Minggu (22/6/2025) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Seorang waiter freelance di klub malam di Surabaya, Dicky Wildan Santoso, diduga dikeroyok oleh disk jockey dan MC hingga tulang rahang retak pada Minggu (22/6/2025) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Awalnya, seorang tamu laki-laki di meja nomor 30 meminta Dicky memperkenalkan dirinya pada seorang wanita di bar.

Wanita itu menolak, dan pelayan asal Makassar itu pun langsung menyampaikan jawaban apa adanya kepada tamu tersebut.

Respon si wanita ternyata tidak membuat tamu laki-laki menyerah, dan meminta Dicky mencoba lagi.

Setelah memastikan wanita yang diincar tamu laki-laki tidak ingin diganggu, Dicky kembali melanjutkan pekerjaannya. 

"Kalau di cafe-cafe ada tamu minta kenalan lewat waiters kan wajar. Itu gak ada body touch, saya mikirnya setelah itu sesama tamu mau lanjut kenalan silahkan, tidak pun juga terserah," ujar Dicky.

Menjelang penutupan insiden penganiayaan terjadi.

Saat Dicky baru selesai membicarakan pekerjaan dengan rekannya, ia dipukul dengan asbak oleh DJ inisial DV.

Belakangan baru diketahui ternyata wanita di bar itu kekasih DJ yang sedang perform di tempat kerjanya.

Dicky menduga wanita itu mengadu kepada si DJ.

Si DJ kemudian cemburu dan menyerangnya.

Bukan hanya itu, seorang MC inisial JR yang belakangan diketahui teman si DJ juga ikut memukulinya.

Akibatnya, rahang Dicky retak dan kepalanya bengkak.

"Waktu saya visum ke RS Bhayangkara, dokter menyebut biaya operasinya sekitar Rp100 juta," ungkapnya.

Kondisi bapak dua anak kepalanya terbalut perban.

Ia mengaku sangat syok dan trauma.

"Padahal tinggal bentar lagi saya mau diangkat pegawai kontrak, tapi malah ada masalah ini," imbuhnya.

Kasus ini dilaporkan ke Polsek Tegalsari Selasa (24/6/2025).

Ia membuat laporan dengan didampingi kuasa hukumnya yakni Bily Ardo Risky Perdana Putra dan Rizal Husni Mubarok.

Bily menyebut polisi telah menerbitkan surat bukti lapor.

Namun, dia keberatan dengan pasal yang ditetapkan penyidik.

"Polisi hanya menganggap kejadian ini sebuah pengeroyokan. Seharusnya kedua terlapor, terutama DJ D menggunakan benda tumpul berupa asbak dijerat Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan berat, jo Pasal 170 KUHP," ucap Bily.

Sementara, Kapolsek Tegalsari, Kompol Rizki Santoso membenarkan bahwa laporan kasus tersebut memang ada.

"Dugaan sementara ada miskomunikasi," tandas Rizki.

Berakhir Damai
Kasus dugaan pengeroyokan yang terjadi di klub malam di Surabaya, berakhir damai.

Penyelesaian ini ditempuh melalui mekanisme restorative justice, mengedepankan musyawarah kekeluargaan antar pihak yang berselisih.

Sebelumnya, proses hukum dugaan pengeroyokan ini melibatkan tiga pihak, yakni Dicky Wildan Santoso, waiter freelance melaporkan dikeroyok oleh disk jockey (DJ) inisial DV dan master of ceremony (MC) inisial JR.

Laporan tersebut kini telah dicabut.

Rizal Husni Mubarok, kuasa hukum Dicky, mengatakan perdamaian ini dicapai setelah Dicky dan dua terlapor mencapai kesepakatan.

Kedua terlapor memberikan sejumlah uang sebagai kompensasi untuk biaya pengobatan.

"Terkait laporan kami sudah menandatangani akta kesepakatan damai. Artinya ke depan tidak ada lagi laporan pidana maupun gugatan perdata di kemudian hari," kata Rizal.

Dia menjelaskan dengan laporan polisi telah dicabut, maka proses hukum dalam kasus ini resmi berhenti.

Rexy Mierkhahani pengacara kedua terlapor mengaku lega semua bisa berdamai.

Dia menyebut dalam kesepakatan ada beberapa poin yang telah dibantah, misalnya JR yang awalnya dituding ikut mengeroyok Dicky.

Versi JR justru malah berusaha melerai.

"Tidak ada masalah lebih panjang lagi, dan semua sudah selesai," tandas Rizal.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved