Selasa, 14 April 2026

Berita Viral

Ritual di Puncak Gunung Lawu Magetan Jadi Viral, Ini Respons Perhutani

Viral penampakan sekelompok orang berpakaian putih melakukan ritual di puncak Gunung Lawu via Cemoro Sewu, Kabupaten Magetan, Jatim.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
Istimewa
RITUAL - Penampakan sekelompok orang berpakaian putih melaksanakan ritual dengan memanjatkan doa dan mengelilingi Tugu Puncak Gunung Lawu via Cemorosewu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Jumat (11/7/2025). Ritual yang dilakukan viral di media sosial dan menyita perhatian masyarakat. 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Perhutani BKPH Lawu Selatan telah meminta klarifikasi kepada pihak terkait, pasca viral penampakan sekelompok orang berpakaian putih melakukan ritual di puncak Gunung Lawu via Cemoro Sewu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur (Jatim).

Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan, Mulyadi menerangkan, berdasarkan keterangan dari ketua kelompok, total sekitar 100 orang yang mengikuti ritual di Gunung Lawu masuk via Cemoro Sewu pada Jumat (11/7/2025).

“Kelompok yang melaksanakan ritual itu berasal dari Sumber Banggi, Kabupaten Purwodadi,” terang Mulyadi, Senin (14/7/2025).

Pihaknya menegaskan, kelompok tersebut bukan berasal dari aliran sesat. 

Hal tersebut, diperkuat dengan penuturan perwakilan kelompok yang mengaku melaksanakan kegiatan tersebut menjelang salat Jumat.

“Mereka dari kelompok Nahdlatul Ulama. Mereka melakukan kegiatan ini setiap tahun di puncak Gunung Lawu dengan maksud ziarah, untuk menghormati Sunan Gunung Lawu,” beber Mulyadi.

“Kemudian bacaan-bacaan yang diucapkan pun itu juga tawasul, tidak keluar dari ajaran Islam menurut pengakuan dari perwakilan kelompok,” imbuhnya.

Bahkan ritual tersebut, lanjut Mulyadi, sudah dilakukan selama 14 kali di Gunung Lawu, setelah tanggal 11 Suro. 

Para peserta memakai pakaian layaknya mau salat. Di antaranya jubah putih, sorban dan mukena bagi peserta perempuan.

“Mereka naik hari Kamis pagi, kemudian berkemah di atas. Hari Jumat, menjelang salat Jumat, mereka melakukan acara itu. Artinya peserta berganti pakaian di puncak Lawu itu. Pakaian putih tidak dikenakan dari bawah,” pungkas Mulyadi.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved