Berita Viral

Sosok Avan Anak Penjual Es di Ponorogo Diterima di ITB, Awalnya Cuma Mimpi, Ibu: Cuma Orang Kecil

Kisah inspiratif Avan, anak penjual es di Ponorogo, yang berhasil lolos SNBP dan diterima di ITB berkat kerja keras dan doa orang tua.

|
kolase SURYA.co.id dan instagram
ANAK PENJUAL ES - Kolase foto Avan, Anak Penjual Es di Ponorogo Diterima di ITB, Awalnya Cuma Mimpi. 

SURYA.co.id - Kisah seorang anak penjual es di Ponorogo, Jawa Timur, Avan Ferdiansyah Hilmi, viral di media sosial karena sangat menginspirasi.

Perjuangan Avan agar bisa diterima kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ia berjuang keras hingga akhirnya bisa diterima di sana.

Berawal dari mimpi, Avan berhasil meraih cita-citanya dengan kerja keras dan doa.

Kisah Avan viral setelah diunggah oleh dosen ITB Imam Santoso dalam Instagram pribadinya dengan akun @santosoim.

Di sebuah gang sempit di Jalan Bali, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berdirilah rumah sederhana milik Avan Ferdiansyah Hilmi, seorang pemuda berprestasi yang baru saja diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Ketika tim SURYA.co.id menyambangi kediamannya, suasana tampak hangat dan penuh kesederhanaan.

Sang ibu, Umi Latifah, baru saja pulang dari berjualan es kocok dan menuntun sepeda ontelnya memasuki gang sempit yang hanya cukup dilalui satu sepeda motor.

Avan, dengan kaus dan celana pendek, sigap menyambut dan membantu ibunya menurunkan dagangan.

Avan bukan hanya membantu orang tuanya berjualan, tetapi juga mengelola warung kecil di rumahnya.

“Setiap hari begini kalau lagi longgar. Selagi belum berangkat ke Bandung, saya bantu ibu dan bapak,” ucapnya sembari tersenyum, Selasa (8/7/2025).

Rumah Avan berukuran 6x10 meter.

Meski mungil, ruangan itu dipenuhi dengan piala-piala dari berbagai perlombaan, hingga banyak orang menjulukinya sebagai “toko piala”. 

Ruang tamu, ruang makan, hingga warung kecil digabung dalam satu ruang yang sederhana, tetapi penuh semangat juang.

Avan, lulusan SMAN 1 Ponorogo atau yang akrab disebut SMAZA, menyebut ITB sebagai kampus impiannya.

“Awalnya hanya mimpi. Saya sempat pesimis, apalagi urusan biaya. Belum lagi, bertahun-tahun tak ada siswa SMAZA yang keterima ITB,” kisahnya.

Namun, keyakinan datang dari guru Bimbingan Konseling (BK)-nya yang terus memotivasinya agar tetap optimis.

Sejak itu, Avan semakin giat belajar dan aktif mengikuti berbagai lomba, termasuk lomba yang diadakan oleh ITB sendiri.

Ketika masa persiapan ujian tiba, Avan belajar sepulang sekolah hingga larut malam, bahkan sampai pukul 12 malam.

“Tentu saja saya juga tidak lupa beribadah. Itu jadi kekuatan saya juga,” tambah pemuda kelahiran tahun 2006 ini.

Dalam kesehariannya, Avan tetap disiplin belajar meski tak seintensif saat menghadapi lomba.

Ia rutin melakukan review pelajaran di siang hari dan kembali belajar di malam hari, namun secukupnya.

Akhirnya, usaha tak pernah mengkhianati hasil. Avan diterima di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB melalui jalur SNBP, membuat bangga orang tuanya yang sehari-hari berjualan es keliling.

Bakat Avan dalam bidang akademik sudah terlihat sejak dini.

Prestasi pertamanya diraih saat mengikuti lomba penalaran Matematika di sebuah mal di Ponorogo ketika ia masih duduk di bangku kelas 2 SD di SDN Mangkujayan 1. 

Sejak itu, ia aktif ikut berbagai lomba tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Ibunya, Umi Latifah, mengaku sangat bersyukur atas pencapaian putranya.

“Saya cuma orang kecil, mbak. Tapi anak saya keterima di ITB rasanya campur aduk. Alhamdulillah banget,” ucapnya penuh haru.

Viral di Medsos

Sosok Avan mulai jadi sorotan saat Dosen ITB, Imam Santoso mengunggah momen saat mengunjungi rumahnya.

Imam saat mendatangi rumah Avan dibuat terkejut melihat deretan piala.

"Awalnya dikira toko piala, ternyata ini rumah anak Ponorogo yang baru keterima di ITB," tulis Imam Santoso.

Kedatangan rumah Imam Santoso ke rumah Avan bukan tanpa alasan.

Ia ingin memberikan hadiah untuk Avan dari Paragon Corp.

"Serius sebanyak ini pialanya?" ucap Imam Santoso.

"Kirain toko piala," imbuhnya.

Imam Santoso lalu menjelaskan piala-piala tersebut didapat Avan sejak remaja tersebut duduk di Sekolah Dasar (SD) hingga SMA.

Orangtua Avan, menyimpan rapi semua piala dan sertifikat yang diraih oleh putranya.

"Piala itu adalah milik Avan, anak SMAN 1 Ponorogo yang baru keterima di FITB ITB," kata Imam Santoso.

"Piala sejak SD hingga SMA, juara Olimpiade Kebumian," imbuhnya.

mam Santoso kemudian menyerahkan hadiah dari Paragon Copr kepada Avan berupa laptop, uang tunai, produk kecantikan, hingga novel.

Menerima hadiah tersebut, air mata Avan dan ibunya langsung menetes.

Avan memeluk erat ibunya.

"Dapat laptop cangggih dari Paragon," ucap Imam Santoso.

"Dapat uang tunai untuk bekal awal ke Bandung," imbuhnya.

Di akhir video Imam Santoso menegaskan kesulitan ekonomi tak membatasi Avan untuk terus berprestasi.

"Keterbatasan ekonomi tak halangi Avan untuk terus berprestasi,"

Sejumlah netizen yang melihat pertemuan Avan dan Imam Santoso mengaku ikut terharu sekaligus kagum.

>>>Update berita terkini di Googlenews Surya.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved