Penutupan Jalur Gumitir
DPRD Banyuwangi Minta Rencana Penutupan Jalur Gumitir Selama Perbaikan Dikaji Ulang
DPRD Banyuwangi meminta agar rencana penutupan jalur Gumitir yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Banyuwangi di Jatim, dikaji ulang
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - DPRD Banyuwangi meminta agar rencana penutupan jalur Gumitir yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Banyuwangi di Jawa Timur (Jatim), dikaji ulang.
Menurut DPRD, penutupan total selama berbulan-bulan akan berdampak secara sosial dan ekonomi.
"Kami meminta BBPJN (Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional) Jawa Timur-Bali untuk mempertimbangkan kembali rencana penutupan jalur ini. Sebab, ini menyangkut kebutuhan akses warga setiap hari," kata Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ruliyono, Selasa (1/7/2025).
Jalur Gumitir yang merupakan jalan yang menyusuri pegunungan, rencananya akan ditutup total mulai Juli hingga September 2025.
Penyebabnya, jalur tersebut akan diperbaiki dengan skala yang cukup besar.
Menurut Ruliyono, selama ini banyak warga di perbatasan kedua wilayah tersebut yang mengandalkan jalur itu untuk beraktivitas sehari-hari. Mulai dari bekerja, berdagang, hingga bersekolah.
Baca juga: Jalur Gumitir Jember-Banyuwangi Akan Ditutup Selama 2 Bulan, Semua Pengendara Dialihkan ke Bondowoso
Jika jalur tersebut ditutup, mereka harus memutar puluhan kilometer (km).
Sebabnya, tak ada jalur alternatif untuk aktivitas jarak dekat. Itu diyakini akan membebani dan menyulitkan warga.
Menurut Ruliyono, pemangku kepentingan dapat mencari solusi lain, alih-alih menutup jalur secara total.
Solusi itu, misalnya, memberlakukan sistem buka-tutup untuk kendaraan melintas.
Solusi lain yang diajukan, yakni pembatasan jenis kendaraan yang diizinkan untuk melintas selama perbaikan. Misalnya, hanya motor dan mobil saja yang boleh lewat.
"Setidaknya kendaraan kecil dan sepeda motor bisa diberi akses melintas," imbuh dia.
Sekadar informasi, BBPJN Jatim-Bali akan melakukan perbaikan jalan nasional di ruas jalur Gumitir.
Perbaikan meliputi penanganan longsoran dengan perkuatan lereng bawah menggunakan konstruksi bored pile, yang akan dipasang sebanyak 55 titik sepanjang 115 m. Ada juga perbaikan geometri jalan.
PPK 1.4 Provinsi Jawa Timur, Satiya Wardana, dalam siaran tertulisnya menjelaskan bahwa selama perbaikan jalan tersebut, akan diberlakukan penutupan Jalur Gumitir.
Alasannya, lebar jalan yang tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda 2 (dua) maupun roda 4 (empat).
"Pekerjaan ini mempunyai risiko yang sangat tinggi bagi keselamatan pengguna jalan, terutama saat pelaksanaan pemancangan, juga terhadap kebutuhan penempatan dan manuver alat bore pile machine dengan lebar jalan tidak mencukupi apabila sebagian jalan tetap berfungsi," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Jalur-Gumitir-di-perbatasan-Kabupaten-Jember-Kabupaten-Banyuwangi-Jatim.jpg)