Minggu, 26 April 2026

Grebeg Suro Ponorogo Diserbu Pengemis Dari 3 Daerah, 2 Jam Sudah Kantongi Puluhan Ribu

Petugas Satpol PP Ponorogo sudah mengamankan sedikitnya 10 orang pengemis dan pengamen yang berkeliaran di Alun-alun Ponorogo.

Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Deddy Humana
Satpol PP Ponorogo
SURGA PENGEMIS - Grebeg Suro 2025 yang digelar di Alun Alun Ponorogo, Kamis (26/6/2025) menjadi surga bagi pengemis dan pengamen. Satpol Pp mengamankan sedikitnya 10 pengemis dan pengamen. 


SURYA.CO.ID, PONOROGO - Grebeg Suro setiap 1 Muharram atau malam 1 Suro selalu menjadi keramaian yang membuka rezeki pada semua orang. Tradisi ini juga menjadi surga bagi para pengemis dan pengamen yang berebut datang ke Bhumi Reog, Kamis (26/6/2025).

Dari pemantauan di Alun-Alun Ponorogo yang menjadi ujung perayaan Grebeg Suro dan kirab pusaka, banyak pengemis dan pengamen berbaur untuk mengharapkan kemurahan hati masyarakat.

Petugas Satpol PP Ponorogo sudah mengamankan sedikitnya 10 orang pengemis dan pengamen yang berkeliaran di Alun-alun Ponorogo.

“Kami lakukan razia rutin, ada 10 pengemis dan pengamen,” ungkapKepala Trantibum Satpol PP Ponorogo, Subiyantoro, Kamis (26/6/2025).

Dari puluhan pengemis itu, 4 di antaranya pemain lama. Sedangkan 6 lainnya baru dirazia saat handak beraksi atau mengamen di Alun-alun Ponorogo.

“Kalau 4 orang itu pemain lama. Mereka sering terjaring razia. Kemudian dikembalikan ke rumahnya tetapi balik lagi,” kata Subiyantoro

Untuk enam lainnya baru sampai di perempatan Dengok. Mereka berasal dari Karesidenan Madiun, namun ada juga yang berasal dari Tulungagung dan Blitar.

"Kelihatannya memang pemain lama tetapi baru ke Ponorogo karena event Grebeg Suro ini," tambahnya.

Menurutnya, warga luar kota itu datang menggunakan bus maupun sepeda motor. Penghasilannya pun terbilang fantastis dari meminta-minta itu.

"Dari pengakuan mereka, ada yang memperoleh Rp 100.000 dalam 2 jam saja. Kalau lebih dari 2 jam tentu lebih banyak,” tegasnya.

Subiyantoro menegaskan, pengemis maupun pengamen sengaja ke Ponorogo karena dianggap surga, masyarakatnya suka memberi. “Nyah nyoh (suka memberi). Kalau boleh saran sih, lebih baik diberikan ke tempat-tempat yang jelas,” pungkasnya. ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved