Selasa, 5 Mei 2026

Pacu Kemandirian Usaha Masyarakat Desa, Pemkab Bojonegoro Asah Kapasitas IKM Lewat Program Gayatri

Kolaborasi lintas sektor, kata Wahono, berperan penting dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Tayang:
Penulis: Misbahul Munir | Editor: Deddy Humana
surya/Misbahul Munir
PELATIHAN KAPASITAS IKM - Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono membuka pelatihan peningkatan kapasitas IKM yang terintegrasi dengan program Gayatri yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker), Selasa (24/6/2025). 

SURYA.CO.ID, BOJONEGORO - Pembangunan ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan masih berfondasi dari pedesaan, dan itu menjadi alasan Pemkab Bojonegoro mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas IKM (Industri Kecil Menengah), Selasa (24/6/2025).

Pelatihan kapasitas IKM ini terintegrasi dengan program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) melalui Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker).

Terlihat puluhan warga dari berbagai latar belakang duduk berdampingan Pendopo Kecamatan Sugihwaras dengan antusias. Beberapa dari mereka adalah petani, ibu rumah tangga, peternak pemula, dan pelaku usaha makanan rumahan.

Mereka menjadi peserta pelatihan, di mana 40 di antaranya adalah penerima manfaat Program Gayatri dan 30 pelaku IKM lokal. Program ini digagas bukan semata pelatihan, tetapi juga untuk menciptakan ekosistem pemberdayaan yang sinergis.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, mengungkapkan program Gayatri merupakan inisiatif strategis pemerintah daerah untuk menciptakan masyarakat desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

“Program Gayatri adalah upaya membentuk masyarakat yang mandiri dan produktif. Yang kita bangun bukan hanya keterampilan, tetapi juga mental wirausaha,” ujar Wahono.

Kolaborasi lintas sektor, kata Wahono, berperan penting dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. "Harapannya, sinergitas antara pelaku IKM dan penerima manfaat Gayatri dapat melahirkan peluang bisnis lokal yang tumbuh dan berkelanjutan," tambahnya.

Program Gayatri yang digagas Pemkab Bojonegoro ini digadang-gadang menjadi solusi untuk menekan angka kemiskinan, membangun ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Kepala Disperinaker Bojonegoro, Amir Syahid mengemukakan, sektor peternakan ayam petelur sangat potensial untuk mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat.

"Hal ini didasari dari permintaan telur ayam yang cenderung stabil dan meningkat, seiring kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan akan makanan bergizi," kata Amir.

Sayangnya, lanjut Amir, pelaku usaha di desa masih minim pengetahuan tentang manajerial dan teknis untuk mengembangkan serta mengelola bisnis secara berkelanjutan.

Menurutnya hal ini penting, karena banyak pelaku usaha di desa belum memahami bagaimana mengelola bisnis secara berkelanjutan. Minimnya pemahaman tentang manajemen kandang, pakan, kesehatan ternak, dan pemasaran produk, menjadi tantangan besar yang harus diatasi.

“Selama ini banyak peternak kesulitan berkembang karena keterbatasan pengetahuan dan modal. Lewat pelatihan ini, kita harap mereka bisa naik kelas,” jelasnya.

Amir juga menyebutkan bahwa program ini didukung pendanaan dari APBDes sebagai bentuk sinergitas antara pemda dan pemdes. “Ini bentuk gotong royong anggaran untuk mendorong ekonomi lokal,” tambahnya.

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Achmad Supriyanto mengapresiasi inisiatif program pemberdayaan masyarakat yang kini digarap serius Pemkab Bojonegoro.

"Kalau desa mandiri pangan dan punya produk unggulan, hal ini akan memperkuat posisi Bojonegoro sebagai daerah yang tangguh dalam ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Supriyanto. ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved