Senin, 25 Mei 2026

Haul Bung Karno

Haul ke-55 Bung Karno di Kota Blitar, Ini Pesan Menteri Agama Nasaruddin Umar

Dalam kesempatan itu, Menag Nasaruddin diminta memberikan tausiah kepada peserta ziarah kebangsaan Haul Bung Karno.

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id/Samsul Hadi
HAUL BUNG KARNO - Menteri Agama Nasaruddin Ummar membaca doa di depan Makam Bung Karno di Kota Blitar, Sabtu (21/6/2025). Menag mengajak masyarakat meneladani perjuangan dan pemikiran Bung Karno. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menghadiri ziarah kebangsaan Haul ke-55 Bung Karno di Kota Blitar, Sabtu (21/6/2025).

Dalam kesempatan itu, Menag Nasaruddin diminta memberikan tausiah kepada peserta ziarah kebangsaan Haul Bung Karno.

Menag Nasaruddin mengatakan, sejarah tidak bisa melupakan orang besar (pahlawan). Barang siapa melupakan orang besar, maka akan dilaknat oleh sejarah. 

"Beliau (Bung Karno) adalah orang yang menciptakan sejarah besar di Indonesia, maka itu wajar kita secara bersama-sama mendoakannya," kata Nasaruddin. 

Baca juga: Ketua DPD PDIP Jatim Bacakan Sambutan Megawati di Ziarah Kebangsaan Haul ke-55 Bung Karno

Dikatakannya, bangsa Indonesia bisa merdeka dari penjajah seperti sekarang ini, salah satunya karena jerih payah Bung Karno.

Karena itu, kewajiban moral bagi rakyat Indonesia sebagai penikmat kemerdekaan untuk mengenang Bung Karno.

"Kita tidak akan bisa menikmati kemerdekaan Indonesia tanpa beliau (Bung Karno), beliau (Bung Karno) adalah Proklamator. Malaikat  pun akan tertegun menyaksikan orang yang rela menyampingkan egonya untuk kepentingan umat," ujarnya. 

Baca juga: Menag Nasaruddin Umar Hadir saat Upacara Ziarah Haul Bung Karno di Kota Blitar

Nasaruddin mengajak rakyat Indonesia meneladani perjuangan dan pemikiran Bung Karno. 

Bung Karno, kata dia, tanpa anggaran bisa memerdekan Indonesia dari penjajah. Manusia lahir juga tanpa sehelai benang, tapi bisa berkarya dan berprestasi.

"Jadi, pelajaran yang bisa kita ambil, yaitu, jangan bergantung siapapun, orang lain, bangsa lain, kita harus mandiri, inilah pelajaran yang paling berharga," katanya. 

"Bahkan kita menjadi mandiri, tidak bergantung pada siapapun, barat, timur, atas, bawah. Beliau (Bung Karno) adalah pribadi yang menjadi diri sendiri, beliau adalah pemimpin bangsa yang sangat percaya diri karena itu beliau disegani. Siapapun yang ingin disegani maka rasa percaya dirinya harus kuat," lanjutnya.

Nasaruddin berharap, momen Haul ke-55 Bung Karno menjadi energi spiritual bagi rakyat Indonesia untuk lebih maju. 

"Apalagi, saat ini, kita sedang menghadapi banyak tantangan. Semoga dengan energi spiritual yang kita bawa, beliau memberi kekuatan batin untuk kita maju ke depan," ujarnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved