Berita Viral

Duduk perkara Bu Guru Yunita Menghilang dan Tinggalkan Sepucuk Surat, Ternyata Masalah Perjodohan

Akhirnya terungkap duduk perkara Bu Guru Yunita mendadak menghilang tanpa kabar. Ternyata masalah perjodohan.

Kolase Tribun Medan
GURU MENGHILANG - (kanan) Foto Bu Guru Yunita yang Menghilang dan Tinggalkan Sepucuk Surat. Ternyata masalah perjodohan. 

SURYA.co.id - Akhirnya terungkap duduk perkara Bu Guru Yunita, warga Desa Gantiwarno BK 12, Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan mendadak menghilang tanpa kabar.

Bu Guru Yunita menghilang tanpa kabar dan meninggalkan motor di bengkel.

Baru kemudian terungkap penyebab ia menghilang melalui sepucuk surat di dalam bagasi motornya.

Ternyata, masalahnya adalah ia menolak untuk dijodohkan.

Kabar hilangnya Yunita sempat membuat heboh warga Desa Gantiwarno BK 12 dan viral di media sosial.

Yunita dikabarkan tidak pulang ke rumah sejak Jumat 13 Juni 2025 lalu.

Gadis yang berprofesi guru itu sudah lima hari tampa kabar.

Kronologi Awal

Awalnya, ia mengalami kerusakan sepeda motor saat hendak pulang ke rumah dari mengajar.

Yunita sempat menghubungi orang tuanya untuk dijemput.

Namun, ketika ayahnya tiba di lokasi, Yunita sudah tidak ditemukan.

Sepeda motor miliknya telah berada di sebuah bengkel.

Sedangkan ponsel miliknya ditemukan tersimpan di dalam bagasi motor.

Pemilik bengkel menyebutkan bahwa Yunita terakhir terlihat pergi bersama seorang perempuan paruh baya.

Yunita dijemput seorang wanita dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra 125 berwarna hitam.

Perempuan tersebut dikabarkan bukanlah anggota keluarga Yunita.

Belum ada laporan polisi

Kapolsek Belitang III Iptu Sapariyanto saat dikomfirmasi, belum ada laporan kehilanganan dari pihak keluarga.

Namun ia akan mengecek ke pihak keluarga, yang kehilangan anggota keluarga tersebut.

"Belum ada yang melapor ke Polsek Belitang III, tapi coba nanti saya datangi rumah yang bersangkutan," katanya, melansir dari Sripoku.

Dia menghimbau agar masyarakat aktif melapor jika ada anggota keluarga yang hilang.

Menolak Dijodohkan

Dalam konfirmasi pihak kepolisian terhadap pihak keluarga, terungkap adanya drama perjodohan.

Yunita, ternyata sengaja kabur meninggalkan rumah atas keputusannya sendiri.

Aksi ini dilakukannya sebagai bentuk penolakan terhadap perjodohan yang tidak ia kehendaki.

Peristiwa ini bermula saat Yunita meminta keluarganya untuk membatalkan pertunangannya.

Ia juga meminta agar mengembalikan lamaran beserta seserahan kepada pihak laki-laki.

Laki-laki yang mau dijodohkan dengannya itu ternyata tetangga sendiri.

Kaburnya Yunita itu juga diperkuat dengan sepucuk surat.

Surat itu ditinggalkan bersama telepon genggamnya di bagasi moto.

Dalam surat itu, Yunita menyatakan bahwa ia akan kembali ke rumah jika keinginannya dipenuhi.

Kapolsek Belitang III, Iptu Sapariyanto, mengatakan, setelah melakukan pengecekan langsung ke kediaman keluarga Yunita, Selasa (17/6/2025) sore, pihaknya menemukan sepucuk surat yang ditinggalkan Yunita, lengkap dengan telepon genggam yang diletakkan rapi di dalam jok sepeda motornya.

“Dalam surat itu, Yunita dengan tegas meminta agar rencana pertunangan dibatalkan dan serah-serahan dikembalikan kepada pihak laki-laki,” kata Kapolsek, Rabu (18/06/2025).

“Ia menyatakan akan kembali ke rumah jika permintaannya dihormati dan dapat dipenuhi,” tambahnya.

“Ini murni masalah keluarga. Tidak ada unsur pidana. Itulah mengapa pihak keluarga juga tidak melaporkan ke kami,” jelas Kapolsek Sapariyanto kemudian.

Kemudian, setelah fakta-fakta terungkap, barulah jelas bahwa kepergian Yunita adalah keputusan sadar dan personal. 

“Pihak laki-laki pun masih tetangga sendiri. Mereka berusaha menyelesaikannya secara kekeluargaan,” pungkasnya.

Meski tidak ada pelanggaran hukum, kata Kapolsek, peristiwa ini menggugah kesadaran bahwa pentingnya komunikasi dan keterbukaan dalam keluarga menjadi kunci agar konflik semacam ini tak berujung pada tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Orangtua Menyanggupi

Dikutip dari Sripoku.com, Kepala Desa Gantiwarno, Wahyudi Purnomo, mengonfirmasi pada Kamis (19/6/2025), bahwa mediasi antara kedua pihak keluarga telah dilakukan.

“Dari pihak keluarga sudah memenuhi apa yang diinginkan oleh Yunita untuk mengembalikan lamaran kepada pihak laki-laki,"ujarnya.

"Oleh sebab itu, orang tua Yunita berharap anaknya untuk segera kembali ke rumah,” pungkasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihak (laki-laki) pelamar telah menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.

“Sudah dirembugkan, dan pihak pelamar sudah menerima bahwa Yunita memang tidak ingin melanjutkan perjodohan itu,” jelasnya.

Ia pun memastikan bahwa kepergian Yunita bukan karena kehilangan atau penculikan.

Namun, keputusan pribadi yang diambil karena ketidaksetujuannya atas perjodohan yang dirancang keluarga.

Tak Kunjung Pulang

Meski proses pengembalian lamaran telah selesai dan kesepakatan tercapai, Yunita hingga kini belum kembali ke rumah.

Pihak keluarga masih menunggu dengan harapan ia akan segera pulang, sebagaimana yang dijanjikan dalam suratnya.

Peristiwa ini membuka diskursus baru mengenai posisi perempuan dalam tradisi perjodohan.

Tindakan Yunita, yang memilih meninggalkan rumah demi menolak kehendak orang tua, menunjukkan keberanian untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

Hingga berita ini diturunkan, keberadaan Yunita masih belum diketahui.

Pihak keluarga masih berharap putri mereka segera pulang dalam keadaan selamat.

Begitu juga halnya, wanita yang menjemputnya dengan sepeda motor Honda Supra 125 berwarna hitam itu segera mengantarkan Yunita ke rumah dengan baik-baik. 

Keluarga berharap, Yunita tidak salah langkah dengan keputusannya.

>>>Update berita terkini di Googlenews Surya.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved