Selasa, 5 Mei 2026

100 Hari Kepemimpinan Ipuk-Muji, NU Banyuwangi: Tetap Stabil dan Kondusif

100 hari pertama kepemimpinan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Wakilnya, Mujiono, mendapatkan apresiasi dari sejumlah pihak. 

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
100 HARI - Ketua PCNU Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kiai Sunandi Zubaidi, Kamis (5/6/2025). Menurutnya, sejak dilantik pada 20 Februari lalu, duet kepemimpinan Ipuk-Muji berhasil menjaga stabilitas dan kondusifitas daerah. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - 100 hari pertama kepemimpinan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Wakilnya, Mujiono, mendapatkan apresiasi dari sejumlah pihak. 

Salah satunya datang dari Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), Kiai Sunandi Zubaidi.

Sejak dilantik pada 20 Februari lalu, duet kepemimpinan Ipuk-Muji berhasil menjaga stabilitas dan kondusifitas daerah. 

“Saya kira perlu diapresiasi kinerja 100 hari Ipuk-Muji ini. Di tengah situasi yang tak menentu, Banyuwangi di tangan beliau berdua tetap stabil dan kondusif,” ungkap pengasuh Pondok Pesantren Al-Kalam, Badean, Blimbingsari, Kamis (5/6/2025).

Stabilitas dan kondusifitas tersebut, imbuh Kiai Sunandi, menjadi modal penting bagi pembangunan daerah. 

Berbagai perencanaan dapat disusun dan diwujudkan dengan baik apabila dua situasi tersebut terpenuhi. 

“Perlu diingat, pasca Pilkada, di banyak daerah masih tidak kondusif. Residu politiknya masih keras. Bahkan, ada yang Bupati dan Wakilnya yang langsung berseteru,” terang alumnus pascasarjana UIN KHAS Jember itu.

Kiai Sunandi juga menilai kepemimpinan Ipuk-Muji di 100 hari pertamanya ini, tidak terjebak pada gimmick politik yang tak perlu. Tak ada akrobat kebijakan yang dipaksakan hanya demi menarik simpati publik. 

Namun, memastikan pondasional anggaran dan hajat hidup rakyat Banyuwangi terpenuhi.

“Banyak kepala daerah lain yang sibuk membuat gimmick kebijakan. Tapi, sejatinya tidak ada sangkut pautnya dengan kebutuhan masyarakat,” papar Wakil Ketua Umum MUI Banyuwangi tersebut.

Kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat, dan sederet pembaharuan regulasi yang berdampak pada fiskal daerah, imbuh Kiai Sunandi, memang tak cukup direspons hanya dengan gimmick. Perlu respons yang cerdas dan presisi.

“Dari informasi yang saya dapat, ada ratusan miliaran anggaran Banyuwangi yang terpangkas oleh efisiensi pusat ini. Dan sepengetahuan kami, respons Bupati Ipuk cukup menarik. Beliau melakukan manajemen anggaran yang presisi. Meskipun ada pengurangan di sana-sini, tetapi tetap stabil,” paparnya.

Efisiensi anggaran diarahkan dalam meningkatkan efektivitas layanan dan performa kinerja birokrasi. Sehingga pos anggaran yang menyangkut pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial hingga infrastruktur jalan masih terjaga. 

“Ini patut kami apresiasi dan dukung. Kami doakan semoga para pemimpin kita diberikan kekuatan dan ketetapan hati untuk terus mengabdi,” pungkas Kiai Sunandi.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved