Sabtu, 25 April 2026

Seleksi Sekdakot Surabaya Disiarkan Live YouTube, Komisi A Ingatkan Harus Objektif dan Bebas Politik

Namun yang jauh lebih penting harus diikuti dengan proses seleksi yang benar-benar objektif dan bebas dari intervensi politik

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Deddy Humana
surya/Nuraini Faiq
CALON SEKDA - Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widiatmoko merespons proses seleksi calon Sekdakot Surabaya di medsos. 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widiatmoko menyoroti proses seleksi Sekda Kota (Sekdakot) Surabaya yang dilakukan terbuka. Bahkan proses seleksi ini disiarkan langsung kanal YouTube Pemkot Surabaya.

Hal yang sama juga dilakukan saat proses seleksi calon kepala dinas. Saat itu Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi sendiri yang memimpin seleksi. 

Yona mengakui bahwa sistem seleksi seperti ini adalah terobosan hingga warga Surabaya bisa memantau langsung.

Namun Cak Yebe, sapaan Yona, mengingatkan bahwa sekda bukan jabatan politik. Namun jabatan tertinggi aparatur sipil negara di birokrasi yang menuntut kredibilitas tinggi.

"Siaran langsung seleksi sekda bukan satu-satunya jaminan transparansi. Namun yang jauh lebih penting harus diikuti dengan proses seleksi yang benar-benar objektif dan bebas dari intervensi politik," sorot Cak YeBe, Selasa (3/6/2025) lalu.

Seperti diketahui, Pemkot Surabaya melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah mengumumkan bahwa proses seleksi terbuka calon sekda akan disiarkan secara langsung agar publik dapat memantau.

Proses seleksi itu tetap patut diapresiasi sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan. Namun Yona menegaskan bahwa yang paling penting adalah substansi dari seleksi itu sendiri, bukan sekadar kemasan seremonial.

Keterbukaan itu tidak hanya menjadi tontonan langsung tanpa kontrol. Transparansi tidak berhenti di layar, tetapi menyentuh substansi seleksi yang objektif dan bebas dari kepentingan.

Jabatan sekda merupakan jabatan sentral  dalam struktur birokrasi Kota Surabaya. Dan sebagai motor utama dalam memastikan sinkronisasi program antara kepala daerah dan seluruh perangkat daerah.

Karena itu integritas, kapasitas manajerial, serta rekam jejak calon harus menjadi indikator utama dalam penilaian.

“Jangan sampai posisi sekda hanya diisi oleh orang yang dekat secara politik, tetapi tidak cukup kuat secara teknokratik dan organisatoris," tandasnya.

Untuk itu, panitia seleksi benar-benar memperhatikan masukan dari berbagai pihak. Termasuk dari DPRD agar proses seleksi tidak menimbulkan polemik. Juga perlunya keterlibatan lembaga pengawasan independen.

Diharapkan sosok sekda terpilih bisa memperkuat kinerja birokrasi pemkot. Sebab tantangan birokrasi akan semakin kompleks. Percepatan pelayanan publik berbasis digital, penguatan integritas birokrasi, hingga kolaborasi dengan stakeholder dalam dan luar negeri.

Seleksi sekda harus memunculkan pemimpin birokrasi yang visioner dan eksekutorial. Karena sekda adalah wajah dari profesionalitas pemkot. *****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved