Kamis, 23 April 2026

Jelang Idul Adha 2025, Dinas Pertanian Sisir Lapak Hewan Kurban di Banyuwangi

Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, Dinas Pertanian Banyuwangi, Jatim, menggencarkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lapak pedagang.

Penulis: Haorrahman | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Haorrahman
PERIKSA HEWAN KURBAN - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, Dinas Pertanian Banyuwangi menggencarkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lapak pedagang musiman, di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (28/5/2025). Plt Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Ilham Juanda, mengatakan bahwa pemeriksaan hewan kurban dilakukan serentak di seluruh kecamatan. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, Dinas Pertanian (Dispertan) Banyuwangi terus menggencarkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lapak pedagang musiman di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), Rabu (28/5/2025).

Plt Kepala Dispertan Banyuwangi, Ilham Juanda, mengatakan bahwa pemeriksaan dilakukan serentak di seluruh kecamatan.

“Hari ini juga kami lakukan serempak se-Kabupaten Banyuwangi. Termasuk yang kami lakukan pemeriksaan pada pedagang musiman yang berada di sekitar Kecamatan Kota dan Kecamatan Giri,” kata Ilham.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Banyuwangi, drh Nanang Sugiharto, menambahkan bahwa pemeriksaan yang dilakukan merupakan pemeriksaan antemortem. Yaitu pengecekan kondisi hewan sebelum dipotong. Hal ini dilakukan untuk memastikan hewan dalam keadaan sehat.

“Artinya ternak yang dijual oleh pedagang sudah diperiksa kesehatannya, sesuai syariat Islam juga. Biar masyarakat merasa aman dan nyaman ketika membeli,” jelas Nanang.

Nanang menyebut, saat pemeriksaan di salah satu lapak milik M Naseh di Jalan Kepiting, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, petugas menemukan 70 ekor kambing dan 20 ekor domba dalam kondisi sehat tanpa gejala penyakit menular. 

Dispertan juga menyarankan, seluruh pedagang untuk menjaga kebersihan kandang dengan penyemprotan disinfektan. Tujuannya agar tidak menimbulkan bau yang mengganggu warga.

“Kami sarankan juga biar tidak mengganggu lingkungan disemprot pakai antibiotik, pakai desinfektan. Kami berikan desinfektannya, karena hari ini masih ada penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ya, biar tidak menular ke ternak,” tambah Nanang.

Dia juga memastikan, bahwa ketersediaan stok hewan kurban di Banyuwangi dalam kondisi aman. 

Untuk sapi, tercatat surplus sekitar 1.200 ekor. Sementara, untuk domba, terdapat kelebihan antara 2.000 hingga 5.000 ekor, berdasarkan kebutuhan kurban tahun sebelumnya.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved