Berita Viral
Duduk Perkara Nenek di Sumenep Kecele Program BSPS, Rumah Jadi Lebih Miris, Malah Dimintai Uang
Begini duduk perkara yang dialami Marwiyah, nenek di Sumenep yang kecele dengan program BSPS. Rumah jadi lebih miris, malah dimintai uang.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Putra Dewangga Candra Seta
SURYA.co.id - Terungkap duduk perkara masalah yang dialami Marwiyah (70), seorang nenek di Sumenep, Jawa Timur, yang kecele dengan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Bagaimana tidak kecele, wujud baru rumah Marwiyah yang mendapat bantuan BSPS malah di luar ekspektasi dan harapannya.
Nenek yang tinggal sebatang kara itu awalnya berharap rumahnya bakal direnovasi jadi lebih baik melalui bantuan BSPS dari pemerintah.
Tapi nyatanya, kini rumahnya malah jadi lebih miris, dan bahkan lebih mirip gudang.
Tak cuma itu saja, Marwiyah juga masih dimintai uang oleh pelaksana bantuan.
Berikut rangkuman duduk perkaranya melansir dari Kompas.com.
Rumah Disulap Jadi Mirip Gudang
Kepada Kompas.com, ibu tiga anak itu menceritakan bahwa seluruh bangunan rumahnya yang lama dibongkar oleh pemborong karena akan menerima bantuan BSPS.
Tentu saja, bagi Marwiyah, kabar itu menjadi angin segar. Sebab, rumah yang pernah ditinggalinya bersama Isra', almarhum suaminya, dia bayangkan akan lebih kokoh dan lebih baik lagi.
Akan tapi, bayangan indah itu seketika sirna.
Sebab, di atas fondasi rumah dan kenangan yang puluhan tahun dia jaga, kini berganti bangunan berukuran sekitar 4 meter x 6 meter dengan cat biru mencolok dan lubang di semua bagian.
Baca juga: Cerita Pilu Nenek Marwiyah, Sejak Dapat Bantuan BSPS Rumahnya Jadi Mirip Gudang, Tak Layak Huni
Bangunan baru, yang disebut bantuan dari program BSPS, tidak ubahnya seperti gudang.
"Saya tidak pernah diajak rembuk, bangunan yang baru akan berbentuk seperti apa. Saya juga tidak tahu," katanya di Sumenep, Jumat (2/5/2025).
"Saya sempat mengusulkan kepada pemborongnya untuk diminta uangnya saja. Karena kalau dibongkar total, khawatir berantakan. Tapi katanya tidak boleh dari atas (pelaksana)," ungkapnya.
Banyak Pakai Material Rumah yang Lama
Seluruh bagian rumah Marwiyah dibongkar, tersisa hanya fondasinya.
Namun, ternyata bantuan yang dia terima hanya puluhan papan.
Material bangunan lain seperti genting, tiang kayu bahkan engsel pintu, semua adalah sisa dari rumah milik Marwiyah sebelumnya.
"Saya hanya dapat bantuan papan. Tidak dapat bantuan apa pun lagi. Gentingnya itu milik saya, hanya dicat ulang. Tiang kayu dan bahkan engsel pintu, itu semua sisa dari rumah yang lama," terang Marwiyah.
"Tidak, saya tidak pernah menerima uang apa pun," jelasnya.
Marwiyah juga menerangkan, ukuran bangunan mirip gudang yang dia terima lebih kecil dari rumahnya sendiri yang telah dibongkar.
"Kalau masuk ke dalam, banyak lubangnya. Karena pemasangan papannya tidak rapi. Satu sama lain renggang," ujarnya.
Masih Dimintai Uang
Setelah pembangunan bantuan BSPS rampung, Marwiyah dan penerima yang lain sempat dikumpulkan di salah satu rumah perangkat desa.
Dalam pertemuan itu, dirinya masih dimintai uang Rp 60.000 oleh pelaksana bantuan dengan dalih untuk materai.
"Saya meminta maaf, karena saat itu saya memang tidak ada uang sama sekali," tuturnya.
Pilih Numpang
Sementara itu, Rio, cucu Marwiyah, menuturkan bahwa neneknya yang kini hidup sebatang karang lebih sering numpang istirahat di rumah anak keduanya, Ibnu.
Sebab, bangunan mirip gudang dari bantuan BSPS itu justru menyusahkan neneknya.
"Iya numpang di rumah Pak Ibnu, dia anak kedua nenek," kata Rio.
Setelah berkali-kali komplain, bangunan mirip gudang yang diterima Marwiyah sempat dipasangi sekat kayu untuk dibuat kamar.
Namun, bagi Marwiyah, semua itu tidak bisa mengembalikan kenangan dan rasa nyaman dari rumah miliknya yang telah dibongkar dan rata dengan tanah.
"Ini sudah rampung sekitar akhir tahun 2024 lalu. Mau bagaimana lagi, saya sudah pasrah, tapi sebenarnya berat," tutup dia.
Dilaporkan ke Jaksa
Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia telah melaporkan dugaan pemotongan dana program BSPS ini.
Laporan tersebut dilakukan setelah Irjen PKP melakukan sidak dan serangkaian penyelidikan dan menemukan 18 temuan penyimpangan, baik di wilayah daratan dan kepulauan Sumenep.
18 temuan penyimpangan yang ditemukan di antaranya bantuan salah sasaran, upah pekerja tidak dibayarkan, hingga kondisi bangunan yang tidak sesuai dengan yang dilaporkan.
Kabupaten Sumenep menjadi salah satu penerima program BSPS terbesar dengan anggaran Rp 109,80 miliar untuk 5.490 unit rumah.
Sementara anggaran program BSPS di seluruh Indonesia mencapai 445,81 miliar untuk 22.258 penerima.
berita viral
Sumenep
Nenek di Sumenep
bantuan BSPS
Nenek Marwiyah
Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)
viral lokal
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
| Rekam Jejak Ahmad Dzulfikar Nurrahman, Anak Bupati Malang Sanusi yang Dilantik Jadi Kadis LH |
|
|---|
| Heboh Lagi Isu Prabowo Bakal Rombak Kabinet, Ini 3 Kriteria Menteri yang Diprediksi Kena Reshuffle |
|
|---|
| Nenek Tarsiah Tewas Terikat saat Ditinggal Suami Acara Keluarga, Uang Rp30 Juta dan Emas 50Gram Raib |
|
|---|
| Perseteruan Hercules Vs Menteri Ara Memanas, Saling Klaim Lahan hingga Seruan Buktikan Legalitas |
|
|---|
| Imbas Rismon Sianipar Mau Jadi Saksi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Siap Laporkan Gelar Palsunya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Duduk-Perkara-Nenek-di-Sumenep-Kecele-Program-BSPS-Rumah-Jadi-Lebih-Miris-Masih-Dimintai-Uang.jpg)