ISTTS Raih Rekor MURI untuk Cerita Humor Terbanyak Berbasis AI

ISTTS berhasil meraih rekor MURI atas pencapaiannya menciptakan Cerita Humor Terbanyak Menggunakan Kecerdasan Buatan (AI). 

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sulvi Sofiana
REKOR MURI - Dr Lukman Zaman S.Kom., M.Kom (kiri) bersama Rektor Institut STTS, Ir Arya Tandy Hermawan M.T. (kanan) menunjukkan piagam dan medali penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian rekor Cerita Humor Terbanyak Menggunakan Kecerdasan Buatan yang juga mengharumkan nama Institut STTS sebagai AI Campus, Selasa (6/5/2025). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA -  Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) berhasil meraih rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) atas pencapaiannya menciptakan Cerita Humor Terbanyak Menggunakan Kecerdasan Buatan (AI). 

Rekor ini diraih salah satu dosen, Dr Lukman Zaman, S.Kom., M.Kom., dan juga ISTTS sebagai institusi yang memiliki komitmen mengembangkan AI.

Lukman berhasil menciptakan lebih dari 1,5 juta cerita humor dalam waktu tiga bulan, dengan bantuan teknologi AI. 

“Awalnya kami mengajukan ke MURI saat cerita baru mencapai satu juta. Sekarang jumlahnya sudah menembus 1,5 juta,” ungkap Lukman saat ditemui di kampus ISTTS Surabaya, Selasa (6/5/2025).

Untuk memastikan setiap cerita memiliki keunikan dan kualitas, Lukman merancang sistem prompt kompleks yang menggabungkan teori humor, karakterisasi serta narasi yang telah ia fine-tune selama lebih dari setahun. 

“Saya membuat seribu kata ajak, lalu saya pasangkan menjadi satu juta kombinasi. Setiap kombinasi itu menghasilkan cerita yang tidak akan sama,” jelasnya.

Prosesnya tidak mudah, Lukman mengaku sempat terbatas oleh kemampuan beberapa platform AI. 

“Awalnya saya coba berbagai macam AI, tapi hanya bisa menghasilkan sekitar 500 ribu cerita. Akhirnya saya minta bantuan dosen lain dan kampus untuk bisa mengakses layanan AI berbayar,” tutur Lukman.

Rekor ini, menjadi bukti nyata potensi kolaborasi antara manusia dan AI dalam menciptakan karya kreatif. 

“Kalau dibaca satu per satu, butuh waktu lebih dari lima tahun tanpa henti,” ujarnya.

Rektor Institut STTS, Ir Arya Tandy Hermawan, M.T., menyatakan kebanggaannya atas capaian tersebut. 

“Prestasi ini mencerminkan semangat inovasi yang kami tanamkan di lingkungan kampus. Kami harap ini dapat memotivasi sivitas akademika dan masyarakat luas untuk terus mengeksplorasi potensi AI,” kata Arya.

Pencapaian ini, juga menjadi bagian dari visi besar Institut STTS sebagai AI Campus, yakni pusat pengembangan dan penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan tinggi. 

“Kami tidak hanya mengajarkan teori, tapi juga membuktikan bahwa AI bisa dimanfaatkan secara nyata untuk karya yang kreatif dan diakui secara nasional,” tegasnya.

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved